Dampak Buruk Kurang Tidur dan Tidur Berlebihan untuk Kesehatan

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Rahasia untuk tetap awet muda dan menjaga tubuh tetap prima ternyata tidak melulu soal perawatan wajah mahal atau suplemen premium, namun juga bisa dengan tidur yang cukup.

Sebuah penelitian terbaru yang dirilis dalam jurnal ilmiah terkemuka Nature mengungkapkan, durasi tidur malam yang pas di kisaran enam hingga delapan jam berhubungan erat dengan melambatnya proses penuaan biologis di dalam tubuh manusia.

Temuan ini seketika membalikkan anggapan keliru sebagian masyarakat urban yang kerap memangkas waktu tidur demi produktivitas, atau sebaliknya, menghabiskan waktu lebih banyak di tempat tidur saat akhir pekan untuk membalas waktu istirahat yang terbuang.

Jam Biologis Tubuh

Mengutip laman Eating Well, Minggu (7/6/2026), para peneliti dalam studi global tersebut menemukan angka yang sangat spesifik, di mana durasi tidur paling optimal untuk menjaga kebugaran sel tubuh berada pada rentang 6,4 hingga 7,8 jam per malam. 

Di luar angka keramat itu, baik mereka yang terbiasa memejamkan mata kurang dari enam jam atau yang terlelap melampaui delapan jam, justru memperlihatkan tanda-tanda penuaan sel yang berjalan jauh lebih cepat dari usia semestinya.

Bukan tanpa alasan studi ini menjadi sorotan dunia medis internasional.

Untuk mendapatkan kesimpulan yang sahih, tim peneliti tidak sekadar mengandalkan hitungan usia di atas kertas atau usia kronologis yang tertera pada kartu identitas, melainkan membedah indikator mendalam lewat metode yang disebut ‘jam biologis’.