WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Sebanyak 81 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tercatat di Kalimantan Selatan.

Luas lahan terdampak sementara mencapai 221,39 hektare, sedangkan sejumlah kejadian terbaru masih belum masuk dalam pendataan.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan, pemantauan pada periode yang sama turut mencatat ribuan titik panas di sejumlah wilayah.

“Sampai 14 Juli, total hotspot yang terpantau ada 2.481,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Namun, jumlah hotspot tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah kebakaran yang terjadi.

“Hotspot hanya titik panas, bukan kejadian. Sementara kejadian karhutla yang tercatat ada 81,” jelas Ronny.

Data kejadian karhutla masih berpotensi bertambah karena sejumlah kebakaran terbaru belum masuk dalam laporan sementara.

BACA JUGA: Kalsel Aktifkan Posko Karhutla di 13 Kabupaten/Kota, Kawasan Bandara Jadi Prioritas

BACA JUGA: Siaga Karhutla, Kalsel Pemprov Terus Pantau Kondisi Lahan Gambut

“Hari ini ada beberapa titik yang juga mengalami kebakaran, tetapi kejadiannya belum masuk dalam pendataan,” katanya.

Berdasarkan perkembangan di lapangan, kawasan rawan karhutla saat ini lebih banyak berada di wilayah selatan Kalsel.

“Daerah selatan meliputi Cempaka, Kiram, sebagian Bati-Bati, Liang Anggang, Aluh-Aluh sampai Kurau,” ungkapnya.

Sejumlah titik api turut ditemukan di wilayah utara Kalsel, meski jumlahnya belum sebanyak kawasan selatan.

“Di daerah utara juga ada beberapa, tetapi titik apinya tidak terlalu banyak dan aksesnya masih bisa dijangkau,” jelas Ronny.

Kondisi berbeda sempat dihadapi petugas saat menangani kebakaran di Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut beberapa hari sebelumnya.

“Kejadian di Gunung Raja memang tidak dapat kami jangkau karena akses menuju lokasi kebakaran,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu