WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Posko penanggulangan kedaruratan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai diaktifkan di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Aktivasi turut mencakup sekitar tujuh posko di kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor yang menjadi prioritas penanganan karhutla.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan aktivasi posko dilakukan setelah rapat koordinasi penanggulangan kedaruratan karhutla.

“Dengan aktivasi ini, otomatis seluruh posko di 13 kabupaten/kota aktif,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Kesiapsiagaan tersebut juga diikuti pengerahan sumber daya penanganan ke sejumlah posko yang telah disiapkan.

“Segala sumber daya, peralatan dan personel mulai kami siagakan di posko-posko tersebut,” jelas Ronny.

Aktivasi posko turut menjadi awal bagi seluruh anggota Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk menjalankan fungsi masing-masing.

“Seluruh anggota satgas akan menjalankan fungsinya sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan melalui SK Gubernur Kalimantan Selatan,” katanya.

Dalam penanganannya, wilayah Kalsel dibagi menjadi tiga kawasan prioritas berdasarkan tingkat kerawanan dan kebutuhan pengendalian karhutla.

BACA JUGA: Siaga Karhutla, Kalsel Pemprov Terus Pantau Kondisi Lahan Gambut

BACA JUGA: Status Siaga Darurat Karhutla Kalsel Resmi Berakhir

“Prioritas pertama berada di sekitar bandara atau ring satu yang meliputi Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, sebagian Barito Kuala dan sebagian Tanah Laut,” ungkapnya.

Sementara itu, kawasan ring dua mencakup wilayah yang mengarah ke bagian utara Kalsel.

“Ring dua meliputi sebagian Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah sampai Tabalong,” jelas Ronny.

Adapun kawasan ring tiga meliputi sejumlah kabupaten di bagian selatan hingga tenggara Kalsel.

“Untuk ring tiga meliputi Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru,” tambahnya.

Meski penanganan dibagi dalam tiga kawasan, ring satu tetap menjadi prioritas utama karena terdapat objek vital yang perlu dilindungi dari dampak karhutla.

“Prioritas tetap ring satu karena memang ada objek vital di sana, yaitu bandara,” tegas Ronny.

Keberadaan posko di sekitar Bandara Syamsudin Noor diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi di kawasan tersebut.