WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajukan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Permohonan tersebut turut mencakup dukungan helikopter water bombing dan patroli udara untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalsel.
Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irwan.
“Kami menyampaikan surat permohonan Gubernur Kalimantan Selatan terkait pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dan operasi udara untuk penanggulangan karhutla,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Dukungan operasi udara yang diajukan mencakup dua kebutuhan dalam penanganan kebakaran di lapangan.
“Operasi udara tersebut berupa pengerahan helikopter water bombing dan patroli udara,” jelas Ronny.
Baca Juga Delapan Kios Warga Tutup dan Jalan Masih Macet Akibat Amblasnya Jalan Veteran Km 5,5 Banjarmasin
Baca Juga Roda Empat Dilarang Lewat Jalan Ambles di Sungai Lulut Banjarmasin
Meski sejumlah dukungan diajukan, operasi modifikasi cuaca direncanakan menjadi langkah awal dalam penanganan karhutla.
“Rencana awal, kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca terlebih dahulu selama tujuh hari,” katanya.
Pelaksanaan OMC diharapkan dapat meningkatkan peluang turunnya hujan di tengah kondisi lahan yang mulai mengering.







