WARTABANJAR.COM, BARABAI– Selama puluhan tahun, Dana (65) hanya bisa bertahan di rumah kayu peninggalan orang tuanya di Desa Awang, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Di rumah sederhana itu, ia menjalani hari-harinya seorang diri dengan kondisi bangunan yang semakin menua dimakan usia.

Dinding rumah mulai lapuk, beberapa bagian papan berlubang, sementara atap dipenuhi sarang laba-laba.

Meski demikian, perempuan lanjut usia itu tetap memilih bertahan karena rumah tersebut menjadi satu-satunya tempat tinggal yang dimilikinya sejak lahir.

“Saya lahir di rumah ini. Dari kecil sampai sekarang tinggal di sini. Rumah ini peninggalan orang tua,” tutur Dana saat ditemui wartabanjar.com, Rabu (15/7/2026).

Dana mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan bantuan pemerintah desa dan kiriman dari anak-anaknya yang kini merantau.

Namun, kiriman tersebut tidak datang setiap waktu.

BACA JUGA: Warga Desa Awang Bersyukur Jalan Menuju Sawah Diperbaiki Lewat TMMD HST 2026

BACA JUGA: Pemkab HST Kucurkan Rp1,25 Miliar Dukung TMMD ke-129 Bangun Jalan Hingga Rumah Warga di Desa Awang

“Alhamdulillah masih ada saja dikirimi, walaupun tidak menentu. Dari desa juga ada bantuan, biasanya cair tiga bulan sekali,” katanya.

Dengan keterbatasan ekonomi yang dimiliki, Dana mengaku tidak pernah membayangkan rumahnya bisa diperbaiki.

Harapan itu baru datang setelah rumahnya ditetapkan sebagai salah satu sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah.

Saat meninjau lokasi, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Gusti Rosyadi Elmi meminta agar proses pembangunan dilakukan sebaik mungkin sehingga rumah tersebut benar-benar layak ditempati.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan membuat Ibu lebih nyaman tinggal di rumah sendiri,” ujar Gusti Rosyadi.

Pantauan wartabanjar.com di lokasi, sejumlah material bangunan telah disiapkan.