Warga Desa Awang Bersyukur Jalan Menuju Sawah Diperbaiki Lewat TMMD HST 2026
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Bertahun-tahun warga Desa Awang, Kecamatan Batang Alai Utara, harus melewati jalan berlubang untuk menuju sawah, kebun, hingga kawasan hutan tempat mereka bekerja.
Saat musim hujan tiba, jalan tersebut berubah licin dan berlumpur sehingga kerap membahayakan warga yang melintas.
Kini, jalan tersebut mulai diperbaiki melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah.
Bagi Karmah (60), warga Desa Awang, pembangunan jalan itu menjadi kabar yang paling dinantikan.
Hampir setiap hari ia melewati jalan tersebut untuk menuju sawah dan kebun.
“Dulu jalannya banyak lubang, tidak bagus. Kalau musim hujan licin sekali, orang naik sepeda sering jatuh,” kata Karmah kepada wartabanjar.com, Rabu (15/7/2026).
Perempuan paruh baya itu mengatakan jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian dan perkebunan.
Karena kondisinya rusak, warga harus lebih berhati-hati, terutama ketika musim hujan.
Melihat pengerjaan jalan mulai dilakukan, Karmah mengaku senang.
Menurutnya, jalan yang lebih baik akan memudahkan warga beraktivitas setiap hari.
“Senang sekali. Kalau jalannya sudah diperbaiki, kami jadi nyaman ke hutan, ke sawah, dan ke kebun,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memperbaiki akses jalan di desanya.
“Terima kasih banyak. Kami senang sekali. Mudah-mudahan cepat selesai supaya kami nyaman pergi ke sawah dan kebun,” ucapnya.
Meski demikian, Karmah berharap pembangunan tidak berhenti pada ruas jalan yang saat ini dikerjakan.
Menurutnya, masih ada beberapa bagian jalan menuju kawasan pertanian yang kondisinya belum sepenuhnya baik.
BACA JUGA: Pemkab HST Kucurkan Rp1,25 Miliar Dukung TMMD ke-129 Bangun Jalan Hingga Rumah Warga di Desa Awang
BACA JUGA: Pasar Murah Sukseskan Penutupan TMMD ke-124 HST
Program TMMD ke-129 di Desa Awang sendiri menargetkan pembangunan jalan menggunakan paving block sepanjang 900 meter dengan lebar empat meter.
Jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian dan perkebunan.