WARTABANJAR.COM, TANJUNG –  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Mas, Desa Masingai I, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, berhasil meraih juara II dalam Lomba BUMDes tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Penghargaan tersebut diterima dalam acara yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Hotel Grand Maya Banjarbaru, Selasa (11/08/2026).

Ketua BUMDes Sumber Mas, Sugeng Ariadi, mengaku bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih tersebut.

"Ini berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun Pemerintah Kabupaten Tabalong, melalui DPMPD Kabupaten Tabalong," ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, capaian tersebut menjadi motivasi bagi pengelola BUMDes Sumber Mas untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kinerja.

"Hasil ini kita syukuri, tetapi akan tetap kita tingkatkan dengan harapan ke depan jauh lebih baik," katanya.

Sugeng berharap BUMDes dapat semakin berperan dalam meningkatkan pendapatan desa, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran desa, akibat kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Lomba Nikep di Sungai Kamatang Jadi Ajang Berkumpul Warga Desa Warukin Tabalong

Baca Juga: Bapenda Tabalong Publikasikan Standar Pelayanan PBB-P2, Seluruh Layanan Gratis

Menurut dia, penguatan unit usaha BUMDes menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan desa, untuk menciptakan sumber pendapatan secara mandiri.

Salah satu unit usaha unggulan BUMDes Sumber Mas adalah budidaya ayam petelur.

Usaha tersebut saat ini mampu menghasilkan omzet sekitar Rp35 juta hingga Rp40 juta per bulan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tabalong, Adityapula Nugraha, mengatakan prestasi yang diraih BUMDes Sumber Mas diharapkan dapat menjadi motivasi bagi BUMDes lain di Tabalong, untuk terus tumbuh dan berkembang.

"Prestasi ini sebagai motivasi untuk BUMDes lain untuk terus tumbuh dan berkembang. Saya berharap semua desa dapat mengoptimalkan BUMDes, sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat secara mandiri, menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), yang nantinya digunakan kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri," kata Adityapula.