Harga Beras di Pasar Keramat Barabai HST Naik hingga Rp2.000 per Liter Seiring Kemarau
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Saat lahan pertanian beberapa kawasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kekeringan akibat musim kemarau eksterm, harga sejumlah jenis beras di Pasar Keramat Barabai mengalami kenaikan.
Pedagang menyebut kenaikan rata-rata mencapai Rp2.000 per liter.
Hj Helda mengatakan kenaikan terjadi pada beras lokal dan luar daerah.
Untuk beberapa jenis beras lokal HST, kenaikannya berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000.
“Rata-rata selama musim kemarau ini harga beras mengalami kenaikan sekitar Rp2.000,” ujar Helda, kepada wartabanjar.com, Senin (21/9/2026)
Baca juga: Petani Padi Kayu Rabah HST Hadapi Kekeringan Setelah Bertahun-tahun Kebanjiran
Baca juga: Petani Minta Pompa Air Hadapi Kekeringan, Distan HST Ajukan Bantuan ke Kementan
Siam Madu yang sebelumnya Rp15.000 per liter kini berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000.
Kemudian beras IR naik dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 hingga Rp14.000.
Beras Ampari dan Sihirang dari sebelumnya Rp10.000 kini menjadi Rp12.000.
Kenaikan Harga juga terjadi pada beras dari luar HST.
Siam Rukut dari Banjar kini dijual sekitar Rp17.000, naik dari sebelumnya Rp15.000.
Sementara beras Mayang dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per liter.
Sedangkan beras Pamanukan dari Jawa yang sebelumnya sekitar Rp13.000 kini berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter.
Menurut Helda, kenaikan harga jual tersebut dipengaruhi harga beras di penggilingan.
Untuk beras lokal, harga pembelian sudah mencapai sekitar Rp11.000 per liter.
Pasokan beras tersebut diperoleh dari sejumlah gudang penggilingan padi, di antaranya di wilayah Babai, Jatuh, Kambat dan Banua Supanggal.
Di sisi lain, musim kemarau masih menjadi tantangan bagi petani.
Sebagian petani belum memasuki masa panen sehingga pasokan beras dari hasil pertanian belum banyak bertambah.
“Kemungkinan harga beras masih naik sekitar tiga sampai empat bulan karena masih kemarau dan petani belum ada yang panen,” ujarnya. (wartabanjar.com)