Kronologi Duel Jukir vs Wakar di Depan SPBU Basirih Banjarmasin, Tewas Gegara Nasi Bungkus
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Berawal dari tawaran nasi bungkus, seorang juru parkir (jukir) di Banjarmasin, harus menghembuskan napas terakhir di tengah jalan.
Jukir bernama Muhammad Helmi (41) itu tewas usai duel dengan seorang penjaga malam (wakar), Rahmatullah (38).
Helmi adalah warga Kompleks Aldi II, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin.
Sementara Rahmatullah adalah warga Jalan Meranti Indah, Kelurahan Riam Andungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
Keduanya adalah teman yang sama-sama mencari rezeki di kawasan SPBU Basirih Selatan, Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin Selatan.
Duel itu pun terjadi di depan SPBU tersebut, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 00.15 Wita.
Saat ini, Rahmatullah menjalani perawatan medis dalam kondisi kritis.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, Joko Sulistyo Sriyono mengungkapkan duel tersebut bermula saat Helmi datang ke pos jaga.
Ia menawarkan nasi bungkus kepada sejumlah orang yang ada di pos, termasuk Rahmatullah.
Belum jelas penyebabnya, diduga ada perkataan yang memicu Helmi dan Rahmatullah terlibat dalam percekcokan.
Baca Juga: Hiburan di Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin Ditiadakan, Wali Kota Sebut Tragedi Kapal Virgo
Baca Juga: Dua Keponakan Arul Langsung Berhamburan dari Kamar Tidur, Api Berkobar di Pasar Lama Banjarmasin
Percekcokan itu bahkan menjadi perkelahian. Helmi pun mengeluarkan senjata tajam jenis belati.
Melihat itu, Rahmatullah langsung mengambil balok kayu yang ada di sekitar pos.
Duel terjadi. "Keduanya berkelahi hingga ke tengah jalan," ungkap Joko.
Dalam perkelahian Helmi membuat Rahmatullah terjatuh, lalu mendudukinya dan menusukkan pisau beberapa kali.
Meski mengalami luka tusuk di bagian dada dan perut, Rahmatullah ternyata bisa merebut belati dari tangan Helmi.
Dengan belati di tangan, ia lantas menusukkan ke dagu dan sekitar leher Helmi.
Melihat perkelahian makin mengerikan, saksi Zakaria berusaha melerai keduanya.
Ia merebut belati yang dipegang Rahmatullah.
"Saat saksi lain datang, korban terbaring di tengah jalan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Sementara, Rahmatullah langsung dibawa ke IGD RSUD Ulin," ujar Joko.