Warga Nonton Aksi Relawan Padamkan Api Karhutla di Kawasan Uniska Handil Bakti Batola
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sejumlah warga berdatangan mendekati lokasi api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar komplek Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB), Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (07/10/2026).
Warga datang ke lokasi karhutla menggunakan kendaraan roda dua. Beberapa di antara mereka memegang handphone untuk mengambil gambar atau visual, kondisi karhutla di kawasan kampus Uniska.
Saat petugas pemadam kebakaran sedang menjinakan jago merah yang terus membara, warga terlihat menyaksikan proses tersebut.
Mereka seakan tak ingin kehilangan momen untuk melihat secara langsung dan lebih dekat karhutla yang terjadi.
Dua unit helikopter yang melakukan penyiraman air ke titik-titik api melalui jalur udara, tak luput dari sorotan mata warga.
Saat kedua helikopter itu berada tepat di atas titik api dan menyiram air, pandangan warga tak beralih dari adegan tersebut.
Titik api Karhutla yang didekati warga, menurut salah seorang petugas pemadam kebakaran, Suandi, lokasinya berjarak sekitar 50 hingga 80 meter dengan gedung rektorat kampus Uniska.
Api berpotensi meluas, bahkan semakin mendekati gedung rektorat jika tak segera dipadamkan.
Baca Juga: Karhutla di Handil Bakti Batola Merembet ke Perumahan
Baca Juga: Karhutla Kepung Kampus Uniska MAB di Batola, Warganet Ramai Singgung Denny Sumargo
"Kira-kira 50 sampaikan 80 meter apinya," kata Suandi saat ditemui di lokasi kebakaran Rabu sore.
Pantauan Wartabanjar.com di lokasi karhutla, kondisi angin kencang sekitar pukul 14.00 Wita membuat petugas cukup kerepotan memadamkan jago merah.
Sementara itu, komplek kampus Uniska pun penuh dengan kabut asap.
Ketika media ini melakukan liputan dari lantai lima Gedung Rektorat Uniska, asap tebal terlihat mengepul di kampus Uniska.
Bau asap sangat menyengat. Mata pun terasa perih saat asap tebal terus mengepul.
Di sisi lain, gegara karhutla, aktivitas perkuliahan di Uniska pun terhenti. Kualitas udara terbilang tidak kondusif karena kabut asap tebal yang menyelimuti kampus. (Wartabanjar.com)