WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN - Keinginan pemerintah pusat menghindarkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asal tidak terpenuhi.

Dua titik api muncul di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (3/10/2026) sore.

Kebakaran diketahui berada di Sub-Wilayah Perencanaan (SWP) KIPP 1B, Kelurahan Pemaluan, tepatnya di belakang Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo Nusantara.

Tak berselang lama, titik api lainnya muncul di kawasan Sepaku 4, Desa Bumi Harapan, tidak jauh dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 1 IKN.

Baca juga: Tol Balikpapan-IKN Ditarget Beroperasi 2027, Hemat 1,5 Jam

Baca juga: "Masih Sakit Ingat-ingat Anak Ulun", Kasus Tenggelamnya Siswa MTs Al Furqan Belum Ada Titik Terang

Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin mengatakan laporan mengenai kebakaran pertama diterima petugas sekitar pukul 15.45 Wita.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat agar api tidak menjalar ke area lain.

"Material yang terbakar berupa semak belukar kering, sehingga api sangat mudah menjalar," ujarnya.

Ketika petugas masih melakukan pemadaman di sekitar RS Abdi Waluyo, titik api baru terdeteksi di lokasi berbeda.

Kondisi tersebut membuat personel gabungan harus membagi kekuatan untuk mengendalikan kedua lokasi kebakaran.

Pemadaman melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Polresta Kawasan IKN, Polsek Sepaku, Koramil 0913-4/Sepaku, Damkar Otorita IKN hingga DPKP PPU Pos Sepaku.

Aparat kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan serta masyarakat setempat turut membantu proses penanganan.

Setelah beberapa jam dilakukan pemadaman dan penyekatan, seluruh titik api berhasil dikendalikan. Api dinyatakan padam sekitar pukul 20.10 WITA.

Hingga malam hari, petugas masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan belum bisa menyimpulkan penyebab serta luasannya.(wartabanjar.com)