WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Ada temuan mengejutkan yang diperoleh Bagian Umun Pemko Banjarmasin saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap rumah dinas yang ditempati aparatur sipil negara (ASN).

Sabtu (3/10/2026), sidak pengelolaan aset ini dilakukan di kompleks rumah dinas Pemko Banjarmasin di kawasan Saka Agung Permai, Jalan Ahmad Yani Kilometer 5, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Sidak yang langsung dipimpin Plt Kabag Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli ini bertujuan menginventarisasi sekaligus menertibkan aset barang milik daerah yang berada di bawah pengelolaan Bagian Umum.

Hasilnya? "Kami menemukan beberapa fakta di lapangan yang perlu kami dalami karena ada yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujar Ahmad Zazuli.

Diungkapkannya, berdasarkan Peraturan Wali Kota Banjarmasin, rumah dinas di kompleks tersebut diperuntukkan bagi pejabat eselon II.

“Rumah dapat ditempati pejabat satu tingkat di bawahnya, yakni eselon III, sepanjang memperoleh izin dari atasan dan Wali Kota,” katanya.  

Baca Juga: "Masih Sakit Ingat-ingat Anak Ulun", Kasus Tenggelamnya Siswa MTs Al Furqan Belum Ada Titik Terang

Baca Juga: Perumda Ancam Kosongkan Kios di Pasar Baru Permai Banjarmasin Kalau Tunggakan tidak Dibayar

Temuan dalam sidak antara lain dugaan perpindahan penggunaan bangunan yang tidak sesuai prosedur. 

“Kami juga akan melakukan investigasi lebih jauh untuk mengetahui bagaimana proses penghuniannya, termasuk kalau memang ada dugaan pindah tangan. Ini perlu kami telusuri,” tuturnya.

Selain itu, juga ditemukan kondisi fisik sejumlah bangunan yang membutuhkan pembenahan. 

Beberapa rumah dalam kondisi kurang layak dan memerlukan perbaikan.

“Jadi bukan hanya soal siapa yang menempati. Kondisi bangunannya juga kami inventarisasi, karena ada beberapa bangunan yang kondisinya sudah tidak layak dan perlu pembenahan,” kata Zazuli.

Seluruh temuan akan dilaporkan kepada Wali Kota Banjarmasin dan dikoordinasikan dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk menentukan langkah tindak lanjut.

"Dari total 23 rumah ada lima unit yang kosong tidak ada penghuninya,” katanya.