WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Satu bulan sudah musibah tenggelam menimpa anak Atikah, Muhammad Farhan Alkatiri (13), siswa MTs Al Furqan Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Rasa sakit atas meninggalnya anak pertama itu pun masih menyelimuti ibu korban. 

Ditemui di rumahnya di Jalan Antasan Kecil Barat, Gang Khafilah, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Sabtu (03/10/2026) pagi, Atikah terlihat  mengenakan pakaian hitam.

Sambil duduk di lantai rumahnya, ia mengungkap perasaannya saat ini, pascasebulan anaknya, Farhan tewas di kolam dalam kegiatan sekolah MTs Al Furqan. 

"Masih sakitlah ingat-ingat kejadian, ingat-ingat anak ulun," kata Atikah sambil terlihat menahan air mata. 

Selain itu, ia juga membeberkan sejauh mana perkembangan proses hukum kasus tenggelam putra semata wayangnya itu. 

Disampaikan Atikah, selama sebulan sejak peristiwa maut itu terjadi pada Minggu, 6 September 2026, ia bersama sang suami telah dipanggil sebanyak dua kali oleh pihak Polsek Alalak, Kabupaten Barito Kuala. 

Ia dan suami pun memenuhi panggilan itu dan telah memberikan keterangan.

Baca Juga: Pansus DPRD Kalsel Finalisasi Rekomendasi Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

Baca Juga: "Satu Nyawa pun Tolong Dihargai," Keluarga Korban Kapal Virgo Minta Pencarian Jangan Dihentikan

Menurut Atikah, terkait tersangka dalam insiden tenggelamnya Farhan, masih belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian. 

Namun, sejauh dirinya ketahui, hingga Sabtu (03/10/2026), polisi masih melakukan pemeriksaan. 

"Kemarin-kemarin itu dari polisinya masih diselidiki begitu. Tersangka, sejauh ulun ketahui belum ada. Hanya kata polisi sedang dalam penyelidikan gitu," katanya.

Sebagai orang tua yang melahirkan Farhan, Atikah berharap proses hukum kasus meninggal anaknya akibat tenggelam di kolam dalam kegiatan sekolah MTs Al Furqan, segera ada titik terangnya. 

Menurutnya, jika pihak kepolisian sudah bisa menyimpulkan seperti apa sebenarnya kejadian yang menimpa putra tunggalnya itu, maka segera tetapkan tersangkanya.