Pelantikan Pengurus IDI Tanah Laut Jadi Momentum Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan dan Hukum
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tanah Laut periode 2026-2029 resmi dilantik di Balairung Tuntung Pandang, Sabtu (03/10/2026), guna memperkuat sinergi layanan kesehatan, serta perlindungan hukum bagi para tenaga medis.
Momentum pelantikan ini, menjadi pijakan penting bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.
Di tengah dinamika regulasi nasional pascapemberlakuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, para dokter dituntut untuk terus menjaga etika, sekaligus profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memberikan komitmen penuh terhadap perlindungan para dokter di daerah.
Bupati Tanah Laut, H Rahmat Trianto, menegaskan pentingnya kolaborasi serta payung hukum, agar para tenaga kesehatan dapat bekerja secara aman dan optimal.
"Nah ini yang saya harapkan, kita di sini berkolaborasi. Saya konsen terhadap kesehatan, karena kesehatan bagi saya adalah pelayanan dasar. Makanya saya sejak awal saya konsen masalah rumah sakit, meningkatkan kualitasnya, menyiapkan Perda-nya," ujar H Rahmat Trianto.
Rahmat menekankan bahwa kepastian hukum menjadi kunci utama, agar tidak ada keraguan dari para tenaga medis saat memberikan penanganan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Harmonisasi Gerak PKK hingga Posyandu: Strategi Tanah Laut Menembus Forum Nasional di Bali
Baca Juga: Wajah Baru Pusat Kota Pelaihari Tanah Laut: Tugu 0 Kilometer Berputar Kini Berdiri Megah
"Saya tidak mau tenaga-tenaga medis ini dikomplain, tidak punya perlindungan, dan lain-lain. Makanya saya segera kejar Perda kemarin, hari itu bikin, kejar terus supaya mereka merasa aman. Nah kalau sudah merasa aman, enak bertindak," tambah Rahmat.
Ia juga berpesan, agar seluruh anggota IDI senantiasa menjunjung tinggi standar etika profesi, untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelayanan medis.
"Ada juga tujuannya menjaga etika profesi. Ini kan profesi yang mulia. Jangan sampai ya gara-gara posisi ada pasien ada apa-apa menjadi keributan, atau melakukan hal-hal malapraktik yang tidak sesuai mestinya," tegas Rahmat.