"Masih Sakit Ingat-ingat Anak Ulun", Kasus Tenggelamnya Siswa MTs Al Furqan Belum Ada Titik Terang
"Semoga ada titik terangnya, ada hasil terbaiknya, ada juga tersangkanya karena dari saksi-saksi yang cerita ke ulun ada kelalaian," pungkasnya.
Seperti diberitakan Wartabanjar.com, dua siswa MTs Al Furqan Banjarmasin tewas karena tenggelam saat Kemah Akbar di kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) pada 6 September 2026. Selain Farhan Alkatiri, ada juga rekannya bernama Rizqi Adly Fakhrian (13).
Saat kejadian, kedua korban dilaporkan pergi ke area kolam berlumpur di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di Jalan Gubernur Syarkawi, untuk membersihkan lumpur setelah kegiatan permainan fisik yang luas.
Namun mereka kemudian ditemukan di dasar kolam di bawah tanaman teratai, ketika absensi mengungkapkan bahwa mereka hilang.
Karena menilai diduga ada kelalaian, pihak keluarga korban pun melaporkan pihak MTs Al Furqan Banjarmasin ke polisi Polsek Alalak, Barito Kuala.
Perwakilan sekolah menyatakan, kegiatan perkemahan tersebut mengikuti prosedur operasional standar, dan berjanji akan bekerja sama dengan proses hukum dan evaluasi internal. (Wartabanjar.com)