"Satu Nyawa pun Tolong Dihargai," Keluarga Korban Kapal Virgo Minta Pencarian Jangan Dihentikan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa meminta operasi pencarian tidak dihentikan, meskipun sudah memasuki hari ke-21.
Mereka adalah keluarga korban yang hingga Jumat (2/10/2026) belum diketahui nasibnya.
Menurut mereka, bangkai kapal harus sudah diangkat sebelum operasi pencarian korban oleh tim SAR gabungan dihentikan.
"Kapal harus diangkat dulu. Kami tidak terima apabila operasi pencarian dihentikan (bila kapal belum diangkat). Satu nyawa pun tolong dihargai,” kata perwakilan keluarga korban, Karina.
Mereka menilai keberadaan bangkai kapal menjadi bagian penting dalam upaya menemukan korban yang masih belum diketahui nasibnya.
Ditegaskan Karina, keluarga tidak akan ikhlas apabila pencarian dihentikan sementara masih ada korban yang belum ditemukan.
Karena itu, mereka mendesak pihak maskapai melakukan langkah agar bangkai kapal bisa segera diangkat dan korban lainnya dapat ditemukan.
"Jangan diam saja. Mereka wajib mengerahkan sumber daya tambahan seperti kapal pencari swasta, penyelam profesional, atau dukungan logistik penuh untuk membantu Tim Basarnas dan relawan menyisir titik-titik yang belum terjangkau,” ujar Karina.
Baca Juga: Selain Nakhoda Kapal Virgo, Mabes Polri Tetapkan Tiga Tersangka dari Agen dan Pemilik
Baca Juga: Tengah Malam Lansia Diungsikan Saat Kebakaran di Samping Hotel Aria Barito Banjarmasin
Meski mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan, ia menegaskan keluarga korban tetap mendesak agar pencarian terus dilakukan sampai semua penumpang Kapal Virgo diketahui nasibnya.
Hingga hari ke-21 operasi pencarian, sebanyak 80 korban dinyatakan meninggal, sementara 55 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Dari 80 korban meninggal, sebanyak 63 orang di antaranya sudah teridentifikasi.
Selama beberapa hari terakhir, operasi penyelaman dihentikan karena kondisi di dalam air sekitar bangkai kapal membahayakan bagi tim.
Sementara operasi pengangkatan kapal atau salvage sedang disiapkan yang rencananya mendatangkan tim dan peralatan dari luar negeri.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, Bram Madya Temara mengatakan, penyelaman masih dalam tahap evaluasi.