Tak Bisa Olah Air Berkadar Garam Tinggi, PAM Bandarmasih Sebut Investasinya Mahal
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Menurunnya penyaluran air Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dirasakan warga Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan, Selasa (11/8/2026).
Kesulitan air bersih juga dirasakan warga di sejumlah kawasan lain.
sebelumnya, PAM Bandarmasih mengumumkan produksinya menurun karena masuknya air laut ke sungai yang menjadi sumber air baku.
Meningginya kadar garam membuat produksi tidak bisa maksimal.
Baca juga: PAM Bandarmasih Banjarmasin Tutup Total Intake Sungai Bilu, Kadar Garam Melonjak
Baca juga: PAM Bandarmasih Minta Warga Banjarmasin Hemat Air, Distribusi Berkurang Karena Kadar Garam Meningkat
Kerapnya persoalan ini terjadi saat musim kemarau membuat sebagian orang mempertanyakan mengapa PAM Bandarmasih tidak menggunakan teknologi pengolahan air berkadar garam tinggi padahal sudah ada.
Humas PAM Bandarmasih Saddam Husein mengakui pihaknya belum punya teknologi canggih mengolah air dengan kadar garam tinggi menjadi air siap konsumsi.
Saddam pun mengaku pihaknya mendapat banyak keluhan masyarakat mengenai berkurangnya distribusi air yang disampaikan warga melalui kanal pengaduan PAM Bandarmasih.
Beberapa warga, lanjutnya, bahkan mempertanyakan kecanggihan teknologi PAM Bandarmasih untuk mengolah air dengan kadar garam tinggi menjadi air layak konsumsi atau desalinasi.
"Ada komentar-komentar masyarakat di sosmed kenapa tidak pakai teknologi canggih yang bisa buat air garam menjadi air layak konsumsi," kata Saddam, Selasa.
Menurut Saddam, dengan jumlah pelanggan yang mencapai ratusan ribu, penerapan teknologi canggih desalinasi belum memungkinkan dan mahal.
"Teknologi itu butuh investasi yang sangat besar," lanjutnya.
Menurut Saddam, teknologi canggih desalinasi bisa saja diterapkan sebagai solusi atas masalah tingginya kadar garam air baku PAM Bandarmasih.
Namun, hal itu hanya untuk skala kecil, sedangkan PAM Bandarmasih melayani masyarakat dengan jumlah pelanggan yang tidak sedikit, sehingga kurang memungkinkan.
"Kalau diterapkan secara total keseluruhan untuk semua pelanggan PAM Bandarmasih, pengolahan kami tidak memungkinkan," tutur Saddam. (wartabanjar.com)