PAM Bandarmasih Minta Warga Banjarmasin Hemat Air, Distribusi Berkurang Karena Kadar Garam Meningkat
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Warga Kota Banjarmasin kini harus berhadapan dengan kenyataan kurangnya distribusi air bersih dari PAM Banjarmasih.
Kemarau yang kini tengah melanda Kota Banjarmasin berdampak terhadap kadar garam air baku PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, yang pada akhirnya mengakibatkan distribusi air ke pelanggan berkurang.
Berdasarkan informasi Humas PAM Bandarmasih, Sadam, kadar garam air baku mencapai hingga 2386 mg per liter pada Selasa (11/08/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Akibatnya, kata Sadam, PAM Bandarmasih harus menghentikan sementara operasional Intake Sungai Bilu yang pada akhirnya berdampak pada berkurangnya debit distribusi air ke para pelanggan.
"Tadi terakhir jam 10 kami ambil data di laboratorium, sudah di 2386 miligram perliter," kata Sadam saat ditemui Wartabanjar.com di Banjarmasin, Selasa (11/08/2026).
Angka kadar garam 2386 tersebut naik signifikan dari sebelumnya, Senin (10/08/2026) sebesar 2119 miligram perliter.
Baca Juga BEM ULM Segera Konsolidasi Menyikapi Kabar Diulangnya Tahapan Pemilihan Rektor 2026-2030
Baca Juga Polres Banjarbaru Bagi-bagi Air Bersih, Satbinmas Mapping Warga Terdampak Kekeringan
Kondisi ini, ungkap Sadam, jauh di atas batas kadar garam air yang ditentukan Kementerian Kesehatan yakni 250 miligram perliter.
"Akibatnya sekarang debit air yang didistribusikan ke pelanggan berkurang karena air yang diolah sedikit," ungkap Sadam.
Terkait hingga kapan debit air yang didistribusikan ke pelanggan berkurang kembali normal, Humas PAM Bandarmasih menerangkan bahwa selama musim kemarau dan kadar garam air di atas ketentuan Kemenkes yakni 250 miligram perliter, maka selama itu pula debit distribusi air ke pelanggan berkurang terus berlangsung.
Oleh karena itu, pihak PAM Bandarmasih meminta masyarakat untuk bijak menggunakan air selama kemarau ini.
Bahkan, PAM Bandarmasih menyarankan agar masyarakat pelanggan untuk melakukan pemampungan air sehingga kebutuhan air bersih tetap kondusif tercukupi.
"Kepada masyarakat para pelanggan disarankan untuk berhemat-hematlah sementara ini, kalau bisa dirampung dulu sebanyak-banyaknya," kata Sadam. (wartabanjar.com).