WARTABANJAR.COM. BANJARBARU - Satuan Binmas (Satbinmas) Polres Banjarbaru memberikan atensi khusus dalam menangani dampak musim kemarau yang melanda ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Selain mendistribusikan bantuan air bersih secara masif, Polres Banjarbaru mengerahkan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memetakan (mapping) warga terdampak serta mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kasat Binmas Polres Banjarbaru, AKP Salahuddin Kurdi, menjelaskan bahwa langkah cepat ini diambil menindaklanjuti prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan yang diperkirakan berlangsung selama dua bulan.

"Pimpinan memberikan atensi khusus kepada Satbinmas dan khususnya para Bhabinkamtibmas agar melakukan mendata dan mapping warga yang terdampak kekeringan. Data tersebut diperbarui dan dilaporkan setiap harinya ke Polres Banjarbaru, Polsek setempat, hingga diteruskan ke Mabes Polri," ujar AKP Salahuddin Kurdi saat diwawancarai, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Sumur Warga Mulai Kering, Polsek Cempaka Banjarbaru Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih

Sebagai aksi nyata di lapangan, Satbinmas Polres Banjarbaru berkolaborasi dengan jajaran TNI melalui Babinsa untuk membagikan air bersih secara masif kepada pemukiman warga yang mengalami krisis air.

Tak hanya persoalan krisis air, fenomena kemarau juga membawa ancaman kabut asap akibat Karhutla. 

Menanggapi hal tersebut, Satbinmas Polres Banjarbaru gencar melakukan edukasi dan penyuluhan massal kepada masyarakat luas, pelajar di sekolah-sekolah, hingga komunitas lokal.

Baca juga: Calon Mahasiswa PSDKU ULM HST Dapat Antar-Jemput Gratis, Pemkab Siapkan Hibah Rp3 Miliar

Masyarakat diimbau untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan berisiko, seperti membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api (hotspot).

"Kami minta jika ada titik api segera dilaporkan, jangan didiamkan. Sekarang komunikasi lewat media sosial sudah sangat cepat. Sangat naif jika kita tidak melapor lalu terjadi kebakaran massal yang dampaknya sangat luas, baik secara hukum, sosial, maupun lingkungan," tegas Kasat Binmas.