WARTABANJAR.COM, BARABAI – Persoalan petani di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan, bukan hanya soal ketersediaan air. 

Akses menuju lahan juga menjadi kendala, terutama untuk memasukkaan alat dan mesin pertanian (alsintan) saat musim panen.

Hardimansyah, anggota Kelompok Tani Handil 6, mengatakan kondisi jembatan di kawasan persawahan perlu diperbaiki agar dapat dilalui alat pertanian.

“Selain pompa air, ada lagi persoalan seperti jembatan supaya alat alsintan bisa masuk lahan ini. Terutamanya untuk combine harvester, bisa untuk panen hasil pertanian,” ujar Hardimansyah, saat ditemui wartabanjar.com di sawahnya, Minggu (20/9/2026).

Baca juga: Petani Padi Kayu Rabah HST Hadapi Kekeringan Setelah Bertahun-tahun Kebanjiran

Baca juga:Harapkan Bantuan Pompa dari Pemerintah, Petani Kayu Rabah HST Siap Manugal Sawah 200 Hektare

Ia mengatakan penggunaan alat panen menjadi penting karena lahan yang digarap petani cukup luas. 

Jika proses panen hanya dilakukan secara manual menggunakan arit, pekerjaan petani akan menjadi lebih berat dan membutuhkan waktu lebih lama.

Oleh karena itu, Hardimansyah berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi dapat memperhatikan kondisi jembatan menuju lahan pertanian tersebut.

Menurutnya, perbaikan akses akan membantu petani menggunakan alsintan ketika tanaman memasuki masa panen. Terlebih, tanaman padi yang saat ini ditanam diperkirakan mulai dipanen sekitar November hingga Desember.

Ia berharap akses menuju lahan bisa diperbaiki sebelum memasuki masa tersebut sehingga alat pertanian dapat masuk dan proses panen berjalan lebih mudah.

“Harapan kami, pemerintah kabupaten atau provinsi dapat memperbaiki jembatan yang ada itu supaya alat alsintan bisa masuk ke lahan ini,” ujarnya. (wartabanjar.com)