Harapkan Bantuan Pompa dari Pemerintah, Petani Kayu Rabah HST Siap Manugal Sawah 200 Hektare
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kendati masih dilanda kekeringan, petani di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kasel) tengah berencana menugal atau menanam bibit padi di lahan sekitar 200 hektare.
Untuk itu mereka memerlukan pompa air guna mengairi sawah.
Hardimansyah, anggota kelompok tani Handil 6, mengatakan pompa besar menjadi kebutuhan utama agar lahan yang akan ditanami dapat memperoleh air yang cukup.
Saat ini, petani mengandalkan pompa kecil milik pribadi untuk memenuhi kebutuhan air lahan yang sudah ditanami.
“Harapan kami kepada pemerintah, untuk pompa secepatnya dikabulkan. Sebabnya kami ada perencanaan untuk tanam tugal. Tanam tugal itu mengharapkan pompa karena butuh air yang banyak,” ujar Hardimansyah saat ditemui wartabanjar.com, Minggu (20/9/2026).
Baca juga: Petani Padi Kayu Rabah HST Hadapi Kekeringan Setelah Bertahun-tahun Kebanjiran
Baca juga: Jalan Usaha Tani Penghubung Tanah Habang-Layuh HST Diperbaiki, Akses Petani Lebih Mudah
Ia menyebut, lahan sekitar 200 hektare tersebut berada di kawasan cetak sawah yang direncanakan untuk ditanami dengan metode tugal.
Hardimansyah berharap ketersediaan pompa dapat mendukung rencana tersebut sehingga petani tetap bisa melakukan penanaman meski kondisi lahan masih menghadapi kekeringan.
“Di situ sekitar 200 hektare kami yang tanam tugal itu di cetak sawah ini. Jadi mudah-mudahan kalau ada tugal, ada pompa, mudah-mudahan kami berhasil,” katanya.
Bagi petani, keberadaan pompa bukan hanya dibutuhkan untuk lahan yang sudah ditanami, tetapi juga menjadi penunjang agar rencana tanam berikutnya tetap dapat berjalan.
Hardimansyah berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan.
Dengan ketersediaan air, petani di Kayu Rabah ingin memanfaatkan kembali lahan pertanian yang kini sudah dapat digarap setelah sebelumnya menghadapi berbagai kendala. (wartabanjar.com)