Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, dan stakeholder terkait untuk saling bahu-membahu menjaga situasi Banjarbaru tetap aman, kondusif, dan aktivitas ekonomi warga dapat terus berjalan.

Dampak kekeringan yang berlangsung lebih dari satu bulan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Yono, salah satu warga terdampak, mengaku harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan air harian keluarganya.

"Sudah satu bulan lebih terdampak kekeringan. Biasanya kami menunggu bantuan air bersih. Kalau bantuan habis, kami terpaksa mengambil air dari sungai atau membeli air isi ulang untuk kebutuhan memasak dan mandi," tutur Yono.

Melalui pendataan harian dan aksi penyaluran bantuan yang terus berjalan, Polres Banjarbaru berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menekan risiko bencana Karhutla di wilayah hukum Polres Banjarbaru. (Wartabanjar.com)