Investasi Kabupaten Banjar Terus Tumbuh, Pemkab Bidik Target Rp2,14 Triliun
WARTABANJAR.COM, KERTAK HANYAR - Realisasi investasi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan melampaui target yang ditetapkan, dengan surplus mencapai Rp1,6 triliun.
Pemkab Banjar pun menyiapkan strategi untuk menjaga tren positif tersebut, salah satunya dengan memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Sekda Banjar H Yudi Andrea mengatakan, posisi geografis Kabupaten Banjar yang strategis menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan investasi.
Kabupaten Banjar berbatasan langsung dengan Banjarbaru yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi daerah.
“Guna menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemkab Banjar memfokuskan pengembangan pada tiga sektor unggulan daerah yang masuk dalam RPJMD, meliputi sektor pertanian, perikanan dan pariwisata,” ujarnya usai membuka Forum Investasi Daerah Percepatan Peningkatan Realisasi Investasi di Kabupaten Banjar, di Hotel Tree Park, Kertak Hanyar, Senin (10/8/2026).
Yudi menilai tiga sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sekaligus menarik investasi berbasis sumber daya lokal.
Karena itu, Pemkab Banjar mendorong penguatan kerja sama dengan pelaku usaha agar potensi yang ada dapat dikembangkan menjadi peluang investasi.
Baca Juga BEM ULM Segera Konsolidasi Menyikapi Kabar Diulangnya Tahapan Pemilihan Rektor 2026-2030
Baca Juga Polres Banjarbaru Bagi-bagi Air Bersih, Satbinmas Mapping Warga Terdampak Kekeringan
“Melalui forum ini, pemerintah daerah dapat membahas berbagai persoalan, menyerap aspirasi, serta menyosialisasikan instrumen kebijakan terbaru secara efektif,” katanya.
Forum komunikasi tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha sekaligus menyerap aspirasi.
Yudi berharap komunikasi yang terbangun dapat membuat iklim usaha di Kabupaten Banjar semakin terbuka, kondusif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, transparan dan berkesinambungan di Kabupaten Banjar,” harapnya.
Sementara itu, Plt Kepala DPMPTSP Banjar Santi Nurlaela mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan tren positif investasi.