WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Sebanyak 103 desa di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan telah memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) Smart.

Fasilitas yang menjadi bagian dari program Satu Desa Satu Wi-Fi tersebut kini telah terbangun di 103 dari total 121 desa.

Dengan demikian, pembangunan RTH Smart hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar 85 persen. 

Sementara itu, 18 desa lainnya masih dalam proses pembangunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, Aditya Pula Nugraha, mengatakan sejumlah desa masih menghadapi kendala dalam pembangunan, terutama terkait ketersediaan lahan dan keterbatasan anggaran.

"Untuk lahan, pemerintah desa bisa memanfaatkan atau mengalihfungsikan lahan pemerintah yang tersedia. Jika memungkinkan secara keuangan desa, bisa juga dilakukan pengadaan tanah," kata Aditya, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Remaja 16 Tahun Dapat Sanksi 10 Tahil Usai Unggah Ujaran Kebencian terhadap Dayak Meratus HST

Menurut dia, kendala anggaran juga akan diupayakan melalui penyesuaian dalam anggaran perubahan sehingga pembangunan RTH Smart di desa yang masih berproses dapat segera dilanjutkan.

Aditya optimistis seluruh desa di Kabupaten Tabalong dapat memiliki RTH Smart hingga akhir 2026.

Aditya menjelaskan, pembangunan RTH Smart tidak hanya ditujukan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem transformasi digital di tingkat desa.

"Pada dasarnya RTH Smart ini bagian dari Satu Desa Satu Wi-Fi. Kami ingin membangun ekosistem transformasi digital, simbolnya melalui RTH Smart," ujar Aditya.

Baca juga: Sinyal Internet Masuk Desa, Kades Tebing Siring Apresiasi Program Digitalisasi Pemkab Tanah Laut

Menurut dia, keberadaan RTH Smart diharapkan dapat mendukung berbagai layanan berbasis digital di desa, mulai dari pelayanan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Fasilitas tersebut juga terintegrasi dengan layanan program satu desa satu Wi-Fi sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai ruang aktivitas sekaligus mengakses informasi dan layanan digital.