WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berjalan beriringan dalam mengembangkan perekonomian masyarakat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tabalong, Aditya Pula Nugraha, mengatakan pembentukan KDMP di Tabalong telah mencapai 41 titik dari total 131 desa dan kelurahan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 titik telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen, sementara empat titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Menurut Aditya, salah satu kendala yang masih dihadapi dalam pembangunan KDMP adalah ketersediaan lahan.

DPMD Tabalong mendorong pemanfaatan atau alih fungsi aset milik Pemkab Tabalong yang tersedia di desa sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan lahan.

Sementara itu, opsi pengadaan tanah dinilai masih cukup sulit dilakukan karena harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan desa.

Baca juga: Inflasi HST Jelang Maulid, Beras Siam Bupati Disiapkan Rp10 Ribu per Liter

Selain persoalan pembangunan fisik, Aditya menilai keberadaan KDMP dan BUMDes perlu dikelola secara sinergis agar keduanya tidak justru menjadi pesaing di tingkat desa.

“Pada dasarnya kami sangat berharap KDMP dan juga BUMDes ini bisa berjalan beriringan supaya tidak saling tumpang tindih. Setidaknya mereka bisa membedakan segmen usahanya. Kalaupun segmen usahanya kebetulan sama, bisa berkolaborasi,” ujar Aditya, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Lomba Video Reels Impian Hajiku dari Bank Kalsel Syariah Resmi Ditutup

Ia menjelaskan, KDMP dan BUMDes diharapkan memiliki segmen usaha yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi.

Namun, apabila terdapat bidang usaha yang sama, kedua lembaga tersebut tetap dapat berkolaborasi untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Aditya, sinergi tersebut penting agar kehadiran KDMP dan BUMDes benar-benar mampu memperkuat perekonomian desa, bukan malah menciptakan persaingan usaha yang tidak perlu.

Di sisi lain, DPMD Tabalong juga terus mendorong optimalisasi BUMDes sebagai salah satu penggerak pendapatan asli desa.