Asap Karhutla Kepung RSJ Sambang Lihum, Pasien Harus Dipindahkan ke Ruangan Aman
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Kepulan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kondisi itu membuat pihak rumah sakit mengambil langkah cepat. Sejumlah pasien dipindahkan dari ruangan yang berada paling dekat dengan titik api ke ruangan lain yang lebih aman.
Direktur RSJ Sambang Lihum, dr Yuddy Riswandhy Noora MKes, mengatakan pemindahan tersebut merupakan evakuasi internal dan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap.
“Kalau hari ini evakuasi yang kita lakukan hanya evakuasi internal, yaitu memindahkan ruangan satu ke ruangan yang lain. Ruangan yang kami pindahkan tadi sangat dekat dengan api dan asapnya sudah tidak mengenakkan bagi pasien,” ujar Yuddy saat ditemui di lokasi, Selasa (22/09/2026).
Meski asap mulai terasa, pelayanan medis di rumah sakit tetap berjalan. Namun, keluhan pasien akibat asap semakin banyak, sehingga pihak rumah sakit memilih tidak mengambil risiko.
“Kalau operasional secara medis tidak terganggu, tetap berjalan. Cuma memang keluhan dari pasien sudah banyak, sehingga kami langsung mengantisipasi,” katanya.
“Masker pun sepertinya tidak kuat lagi untuk menahan bau asap, sehingga mereka dipindahkan ke area yang tidak berasap,” ujar Yuddy.
Baca Juga: Karhutla Dekati RSJ Sambang Lihum Kabupaten Banjar, TNI Kerahkan Tiga Mobil Pemadam
Baca Juga: Karhutla Kabupaten Banjar, Polres Banjar Siagakan Personel 1x24 Jam di Kawasan Gambut
Saat ini terdapat sekitar 160 pasien rawat inap di RSJ Sambang Lihum. Pihak rumah sakit juga telah menyiapkan sejumlah ruangan sebagai langkah antisipasi, apabila kondisi karhutla kembali memburuk.
Tak hanya itu, koordinasi dilakukan dengan Dinas Sosial untuk menyiapkan lokasi alternatif. Sebuah aula panti disiapkan dan diperkirakan mampu menampung sekitar 150 orang, jika evakuasi keluar rumah sakit sewaktu-waktu diperlukan.
“Sudah koordinasi dengan Dinas Sosial. Ada aula panti yang disiapkan dan bisa menampung 150 orang. Kalau sampai evakuasi internal, tenaga akan kami kolaborasikan antara Rumah Sakit Jiwa dengan Dinas Sosial,” jelasnya.