WARTABANJAR.COM, SUNGAI TABUK – Warga Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mulai mendapat kepastian di tengah terganggunya distribusi air bersih akibat musim kemarau.

PT Air Minum Bandarmasih Banjarmasin memastikan air jaringan kembali dialirkan mulai Rabu (23/9/2026).

Namun, air tersebut untuk sementara hanya diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), bukan untuk diminum.

Kepastian itu disampaikan setelah PT Air Minum Bandarmasih bersama Pemerintah Kelurahan Sungai Lulut menggelar sosialisasi kepada warga di Jalan Martapura Lama Kilometer 7, Selasa (22/9/2026).

Baca juga: Air Darurat Mulai Dialirkan, PAM Bandarmasih Banjarmasin Tegaskan Hanya untuk MCK

Bacan juga: Bantuan Air Bersih PAM Bandarmasih Banjarmasin Hanya untuk MCK, Tiga Kecamatan Terdampak

Lurah Sungai Lulut, Erdy Khenderasyah, S.Sos, mengatakan sosialisasi tersebut membantu menjawab keresahan warga yang sebelumnya mempertanyakan kondisi distribusi air.

“Alhamdulillah adanya sosialisasi dari perusahaan air minum Banjarmasin, warga kami yang selama ini bertanya dan bingung kenapa airnya agak macet, sekarang mengerti bahwa penyebabnya karena musim kemarau,” ujar Erdy.

Menurutnya, meski kondisi air baku sedang terdampak kemarau, kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari warga tetap harus dipenuhi.

Karena itu, air jaringan akan kembali dialirkan mulai besok untuk kebutuhan MCK. Sedangkan kebutuhan air minum akan dipenuhi melalui tandon yang diisi menggunakan mobil tangki.

Erdy menyebut, bantuan tersebut disiapkan untuk menjangkau warga di seluruh wilayah Kelurahan Sungai Lulut yang terdiri dari 27 RT.

“Alhamdulillah juga dari perusahaan air Banjarmasin memberi untuk minum, untuk konsumsi minum. Nanti perusahaan air Banjarmasin mengantar mobil tandon untuk mengisi tandon-tandon di daerah kita yang 27 RT di Kelurahan Sungai Lulut,” jelasnya.

Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Irwan Firmana, menjelaskan, tingginya kadar garam pada air baku menjadi salah satu kendala distribusi air bersih saat musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat air belum dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.