WARTABANJAR.COM, BARABAI – Menjelang bulan Maulid, kebutuhan beras di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meningkat. Pemerintah daerah pun menyiapkan intervensi harga melalui program Beras Siam Bupati, yang nantinya dijual Rp10 ribu per liter.

Rencana tersebut disampaikan saat Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, bersama Bupati HST, Samsul Rizal, dan jajaran Forkopimda saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Keramat Barabai, Senin (10/08/2026).

Menurut H Muhidin, meningkatnya kebutuhan pangan menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi inflasi HST. 

Saat ini HST berada di posisi ketiga inflasi tertinggi di Kalsel, setelah Kotabaru dan Tanah Laut.

“Bulan Maulid ini akan dilakukan di Barabai, se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengadakan Maulid secara bergiliran. Nah, itu yang mungkin menjadi penyebab kebutuhan beras sampai yang lainnya, minyak tadi meninggi,” katanya.

Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal melalui Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko mengatakan, beras yang akan diintervensi merupakan beras lokal jenis Siam. 

Beras tersebut nantinya dipasarkan dengan harga Rp10 ribu per liter, setelah mendapat subsidi pemerintah daerah.

Baca Juga: Polres HST Siagakan Personel Hadapi Karhutla Musim Kemarau

Baca Juga: Jelang Maulid Kebutuhan Beras hingga Minyak Naik, Inflasi HST Jadi Perhatian Pemprov Kalsel

“Beras Siam Bupati nanti akan kami intervensi bersama Bulog. Saat ini harga beras Siam sekitar Rp15 ribu per liter, dan insyaallah setelah disubsidi harganya menjadi Rp10 ribu per liter,” jelas Irfan.

Irfan mengatakan, jumlah kuota dan besaran subsidi masih dihitung bersama Bulog. Pemkab HST dijadwalkan membahas teknis program tersebut, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Rabu (12/08/2026).

Irfan berharap, jika seluruh proses administrasi berjalan lancar, beras subsidi tersebut mulai tersedia di Pasar Keramat Barabai pada akhir pekan, dan dapat dibeli masyarakat pada awal pekan berikutnya.

Kepala Perum Bulog Barabai M Riza Wahyudi mengatakan, pihaknya siap mendukung program tersebut. 

Harga subsidi tetap memperhitungkan margin pedagang, agar intervensi pemerintah tidak mengganggu aktivitas perdagangan di pasar.