Tukin TNI Naik: Kepala Staf Dapat Rp48 Juta, Prajurit Terendah Rp2,5 Juta Tiap Bulan
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Seorang Kepala Staf Angkatan di lingkup TNI bakal menerima tunjangan kinerja (tukin) yang lebih besar dari sebelumnya.
Hal serupa juga akan dirasakan oleh prajurit TNI dengan pangkat terendah.
Ya, semua prajurit TNI dari pangkat terendah hingga tertinggi bakal mendapat kenaikan tukin.
Kenaikan tukin membuat Kepala Staf Angkatan dengan pangkat bintang empat menerima tunjangan Rp48,61 juta per bulan.
Sementara Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dan Wakil Kepala Staf Angkatan mendapat tukin Rp44,87 juta per bulan.
Lalu, prajurit TNI pada kelas jabatan 1 memperoleh Rp2,5 juta per bulan, sedangkan kelas jabatan 2 menerima Rp2,9 juta.
Kebijakan menaikkan tukin prajurit TNI dan pegawai Kementerian Pertahanan (Kemhan) tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 dan 43 Tahun 2026.
Baca Juga: Korban Jatuh di Perairan Bunati Tanah Bumbu Ditemukan
Baca Juga: Dana Transfer Pusat Turun 25 Persen, Pemkab Banjar Genjot PAD
Karo Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kenaikan diberikan atas capaian reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja organisasi.
“Beberapa pertimbangan lain yakni hasil penilaian Reformasi Birokrasi (RB) menunjukkan bahwa Kemhan dan TNI telah memenuhi persyaratan untuk memperoleh kenaikan indeks tunjangan kinerja. Penilaian tersebut dilakukan oleh Kementerian PANRB berdasarkan asesmen yang berlaku,” kata Rico Ricardo Sirai di jakarta, Rabu (29/7/2026).
Ia juga mengungkapkan Kemhan dan TNI belum pernah mendapatkan kenaikan indeks tukin sejak 2018.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah kementerian dan lembaga lain.
Bahkan, menurut Rico, kenaikan tukin di sejumlah kementerian dan lembaga mencapai 80 hingga 100 persen.
“Dalam beberapa tahun terakhir, Kemhan dan TNI terus berperan aktif mendukung berbagai program prioritas pemerintah, antara lain penanganan tanggap darurat bencana, pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, penguatan ketahanan pangan, hingga pengamanan wilayah rawan,” katanya.
Rico mengatakan berbagai tugas yang dijalankan prajurit memiliki risiko besar.
Tidak sedikit prajurit yang harus mengorbankan keselamatan saat menjalankan tugas negara.