Liga Italia Baru 5 Laga, Eks Asisten Mikel Arteta Jadi Pelatih Ketiga yang Diganti
WARTABANJAR.COM - Liga Italia 2026-2027 menjadi kompetisi tidak bersahabat bagi pelatih tak berkemampuan mumpuni. Hingga kini sudah 3 klub mengganti nakhoda tim pada jeda internasional September 2026.
Padahal, kompetisi Liga Italia baru memainkan 5 pertandingan, atau kira-kira baru melangsungkan sekitar 13% dari keseluruhan perjalanan liga.
Namun, 3 pelatih sudah kehilangan pekerjaannya saat kompetisi memasuki jeda internasional pertama pada September-Oktober ini.
Liga Italia sudah melihat korban pertama jatuh pada 6 September 2026 lalu, atau hanya setelah 3 pertandingan.
Fabio Grosso dipecat Fiorentina setelah selalu kalah dalam 3 laga. Eks pelatih Jay Idzes di Sassuolo itu lantas digantikan oleh Paolo Vanoli.
Tak sampai 2 minggu kemudian, Domenico Tedesco didepak Bologna setelah klub juara Coppa Italia 2024-2025 itu, hanya berada di peringkat 16 klasemen. Raffaele Palladino masuk menggantikan Tedesco.
Pada Minggu (27/09/2026), korban PHK ketiga jatuh setelah Carlos Cuesta dipastikan tidak lagi menjadi pelatih AS Parma.
Cuesta adalah mantan asisten Mikel Arteta di Arsenal, pada selang 2020-2025 sebelum mulai menangani Parma pada musim lalu.
Berbeda dari Grosso dan Tedesco, PHK Cuesta bukan pemecatan melainkan kesepakatan bersama untuk memutus kontrak, yang seharusnya masih berlaku sampai 2027.
Baca Juga: Komentar Jose Mourinho Tentang Pep Guardiola Kembali Viral Setelah Man City Dinyatakan Bersalah
Baca Juga: Hasil UEFA Nations League: Raksasa Jerman Tumbang, Portugal Tanpa Ronaldo Bungkam Tim Haaland
"Parma mengumumkan bahwa Carlos Cuesta tidak lagi menjadi pelatih tim utama," demikian isi pernyataan klub.
"Menyusul diskusi internal antara klub dan pelatih, disepakati bahwa kedua belah pihak tidak lagi memiliki kondisi yang dibutuhkan, untuk meneruskan hubungan profesional mereka, terutama menyangkut pengembangan proyek olahraga."
"Kondisi yang diperlukan untuk meneruskan pekerjaan yang telah berlangsung, tidak lagi tersedia sehingga kesepakatan bersama untuk menghentikan kontrak dicapai."
"Terima kasih, Parma. Satu setengah tahun terakhir ini berjalan intens, di mana saya telah memberikan segalanya," timpal Carlos Cuesta dalam pernyataannya terpisah.