Pertamina Klaim Stok Aman Saat Antrean BBM di Kotim Makin Panjang
WARTABANJAR.COM, SAMPIT - Antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah terus terjadi.
Pemandangan yang sudah berlangsung sebulan terakhir ini tidak hanya pada jalur pengisian pertalite atau BBM bersubsidi, tetapi juga pertamax.
Antrean panjang juga terjadi pada jalur pengisian solar bersubsidi yakni biosolar.
Pada pagi dan sore, saat jam masuk dan pulang kerja, antrean bahkan memakan badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Baca juga: Mulai 1 September, Beli Biosolar di SPBU Balikpapan Berdasarkan Ganjil-Genap Nomor Pelat
Baca juga: 500 Truk Blokade Balai Kota Samarinda, Sopir Protes Dipersulit Beli Biosolar
Mengenai persoalan ini, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan, Lucky Harianto, mengatakan antrean tidak semata-mata dipicu masalah pasokan.
Pertamina mencatat adanya setelah harga pertamax dinaikkan pada 10 Juni 2026, sebagian penggunanya beralih ke pertalite.
"Memang semenjak adanya kenaikan harga pertamax pada 10 Juni 2026, permintaan pertalite meningkat," katanya, Kamis (27/8/2026).
Seperti juga dalam rapat bersama DPRD Kotim, Rabu (26/8/2026) sore, dia menyampaikan pada periode Juni-Juli, permintaan pertalite meningkat sekitar 5-7 persen, sebaliknya konsumsi pertamax turun hingga sekitar 26 persen.
Namun, kondisi tersebut mulai berubah memasuki Juli hingga Agustus karena permintaan pertamax kembali meningkat dan antrean tidak lagi didominasi kendaraan pengguna pertalite.
"Antrean tersebut sekarang sudah beralih ke Pertamax juga. Pertamax juga antre, terutama sepeda motor," ujarnya.
Di tengah keluhan masyarakat mengenai panjangnya antrean, Pertamina memastikan pasokan BBM dari Depot Sampit masih berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan Kotim, Seruyan, dan Katingan.
Lucky menyebut stok Pertalite saat ini mencapai 3.165 kiloliter (kL) dengan ketahanan sekitar sembilan hari.
Pertamax tersedia 1.189 kL atau cukup untuk sekitar tujuh hari.
Sementara itu, stok biosolar mencapai 3.637 kL dengan ketahanan sekitar lima hari dan masih dapat dilakukan pengisian kembali. Adapun Pertamax Turbo tercatat sebanyak 951 kL.
"Distribusi kami normal sesuai kebutuhan dari masing-masing SPBU," tegasnya.