Disdik Palangka Raya Siapkan Ujian Semester Online, Kabut Asap Masih Tebal di Kalteng
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak mau meninggalkan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Palangka Raya.
Dinas Pendidikan (Disdik) pun terus menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) walau sejumlah orangtua mengeluhkan efektivitas belajar dari rumah.
Jika kondisi asap masih tebal, ujian semester bahkan dilaksanakan secara online.
"Untuk ujian tetap dilaksanakan secara online jika asap masih terjadi selama Oktober dan November. Sebelum PJJ ini diterapkan, kami sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan guru bagian kurikulum untuk mengikuti workshop pembelajaran PJJ yang efektif," kata Kepala Disdik Palangka Raya, Jayani, Selasa (6/10/2026).
Baca juga: MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA Namun Tolak Pemakzulan
Baca juga: Ada Sesuatu di Mulut Buaya, Warga Sungai Mentaya Kotim Waspada
Menurutnya, pembekalan kepada kepala sekolah dan guru dilakukan agar pelaksanaan PJJ lebih terarah dan tidak mengulangi kesalahan PJJ sebelumnya.
"Kami tekankan agar kualitas pembelajaran PJJ saat ini jauh lebih terarah dan bagus dibandingkan pengalaman masa lalu," ujarnya.
Jayani menegaskan, evaluasi PJJ menjadi penting untuk memastikan penyampaian materi, kebutuhan peserta didik hingga hasil belajar tetap menjadi perhatian.
PJJ tidak hanya menjadi langkah untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap, tetapi juga harus mampu menjaga keberlangsungan proses pendidikan.
"Namun, Disdik Palangka Raya juga mulai mencari alternatif agar pembelajaran tidak terus bergantung pada PJJ apabila kondisi kabut asap berlangsung dalam waktu lama," ujarnya.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penyediaan ruang kelas aman asap di sekolah.
Konsep ini diharapkan memungkinkan siswa tetap belajar secara tatap muka dengan risiko paparan asap yang lebih rendah.
"Kami mengkaji apakah satuan pendidikan bisa menyediakan ruangan aman asap, seperti menutup ventilasi jendela menggunakan kain basah dan menyiagakan kipas angin agar asap tidak masuk. Beberapa sekolah swasta bahkan menyatakan siap jika opsi ini dibuka," jelas Jayani. (wartabanjar.com)