Orang Utan Berjalan Kebingungan di Perkebunan Sawit yang Terbakar di Kobar Kalteng
WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN - Orang utan dewasa itu berjalan di kawasan perkebunan kelapa sawit yang mengering akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tepi Jalan Kota Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) Kilometer 13, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Minggu (4/10/2026) sore.
Langkah hewan khas Kalimantan yang dilindungi ini direkam rekan anggota Polsek Kolam sekitar pukul 16.30 WIB .
Dia tampak kebingungan saat melewati jalan berlumpur yang kering di dekat tanaman sawit yang tumbang dan juga kering sisa penanganan karhutla.
Baca juga: Kualitas Udara Banjarmasin Masih Berbahaya, Anak Didik PJJ Lagi dan Guru Boleh WFH
Baca juga: Bayi Laki-laki Ditemukan di Cempaka Raya Banjarmasin, Terbaring di Depan Rumah Warga
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah tengah melacak keberadaannya, Senin (2/10/2026).
Menurut Camat Kolam, Trias Agung Wibowo, orang utan itu pertama kali ditemukan Bripda Inzagi bersama rekannya saat perjalanan pulang dari arah Pangkalan Bun.
Melihat satwa tersebut, Bripda Inzagi meminta rekannya merekam momen tersebut. Video kemudian dibagikan ke grup WhatsApp Satgas Karhutla Kolam.
Trias pun menyebarkan video tersebut agar masyarakat luas mengetahui kemunculan orang utan di sekitar jalur Pangkalan Bun-Kolam.
Informasi keberadaan orang utan itu juga diteruskan kepada BKSDA Kalsel.
Namun saat petugas hendak memastikan keberadaan satwa tersebut, orang utan sudah tidak terlihat di lokasi.
Kemunculan orang utan di tengah situasi karhutla menjadi perhatian karena satwa tersebut terlihat berada di sekitar jalur yang dilalui masyarakat.
"Petugas dan masyarakat kini diharapkan ikut menjaga agar orang utan tersebut tidak diburu, didekati secara berlebihan, atau diganggu apabila kembali muncul. Keberadaannya masih menjadi perhatian sambil menunggu informasi dan pengecekan lebih lanjut dari pihak berwenang," pungkasnya.
BKSDA Kalteng bersama mitra konservasi telah mengevakuasi puluhan satwa terdampak karhutla, termasuk 17 individu orang utan.
Kepala BKSDA Kalteng Andi M Kadhafi mengatakan 25-26 individu dari berbagai jenis satwa telah dievakuasi akibat terdampak karhutla.