Meri Bergoyang Saat Hendak Tidur, Gempa dan Erupsi Gunung Lewotobi Guncang Flores NTT
WARTABANJAR.COM, FLORES - Belum lagi dampak gempa sebelumnya terselesaikan dan rasa trauma sembuh, warga Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dikejutkan oleh guncangan keras pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 22.15 Wita.
Tak cukup sampai di situ, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 08.30 Wita, erupsi gunung berapi Lewotobi terjadi
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kekuatan gempa yakni 5,0 Magnitudo dan berpusat di Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Baca juga: Di Banjarmasin, Paulus Langsung Panik Telepon Keluarga Dengar Gempa NTT
Baca juga: 34 Koli Bantuan Warga Nunukan Kaltara untuk Korban Gempa NTT dalam Perjalanan Laut
Meski goncangannya tak sebesar gempa tektonik magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026), warga tetap saja panik.
Apalagi gempa kali ini terjadi tengah malam saat jam tidur.
Seorang warga Maumere, Kabupaten Sikka, yang terdampak gempa pada Rabu malam, Nong Kus, mengaku merasakan goncangan.
"Iya gempa lagi malam," katanya saat dihubungi Wartabanjar.com dari Banjarmasin, Kamis (27/8/2026) dini hari.
Warga lainnya, Meri Aurora, juga mengakui adanya gempa dan merasa panik.
"Jam jam mau tidur malam, goyang jadi panik," ungkapnya.
Belum lagi reda keterkejutan, warga Pulau Flores, NTT kembali dikagetkan oleh erupsi Gunung Lewotobi.
Dentuman keras erupsi dikabarkan terdengar hingga ke perbatasan antara Kabupaten Sikka dan Flores Timur.
Gempa dan erupsi gunung berapi berdampak terhadap seorang lansia 70 tahun warga Kabupaten Sikka, Mama Dina.
Ia bahkan takut kalau kondisi di Flores terus memburuk gegara bencana alam yang kerap terjadi sejak 15 Agustus 2026.
"Cukup gempa saja. Semoga jangan sampai dengan gunung meletus, nanti tambah susah," katanya.
Khusus erupsi gunung berapi Lewotobi Kabupaten Flores Timur, NTT, kondisi ini pernah terjadi pada pertengahan tahun 2025.
Saat itu, Bandar Udara Frans Seda, Maumere terdampak abu erupsi yang membuat penerbangan dari dan ke bandara tersebut terganggu. (wartabanjar.com)