Asap Tebal dan Bau Menyengat Hantam Sungai Lulut, Kegiatan Luar Ruangan MIN 4 Banjar Dihentikan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kabut asap tebal dan bau menyengat menyerang wilayah Sungai Lulut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak satu pekan bekalangan.
Warga Sungai Lulut pun merasa tak nyaman, bahkan ada yang sampai terganggu saluran pernapasannya, gegara kabut asap tebal.
Salah seorang warga Sungai Lulut, Supianor, mengatakan kabut asap disertai bau menyengat muncul sejak subuh.
Kabut asap kian tebal sekitar pukul 08.00 Wita, dan berangusur-angsur hilang sekitar pukul 10.00 Wita.
"Dari subuh sudah mulai kabut asap dan bau. Pagi jam 8 itu mulai tebal, di area sungai itu lumayanlah kabutnya. Tapi pas jam 10 sudah menghilang. Kalau siang jam 11 sudah cerah lagi," katanya, Kamis (27/08/2026).
Warga Sungai Lulut Martapura lainnya, Muhammad Soli, bahkan terdampak kabut asap tebal cukup serius. Ia mengaku, alami sesak napas dan gangguan pada bagian tenggorokan pascakabut asap tebal dan bau menyengat menerjang wilayah Sungai Lulut.
"Saya ke Puskesmas ini buat periksa, soalnya rasa tenggorokan tidak nyaman dan ada sesak napas. Rasanya pas sejak kabut asap muncul, sebelumnya saya tidak begini," katanya.
Kabut asap disertai bau menyengat di Sungai Lulut pun berdampak terhadap aktivitas sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Banjar, Sungai Lulut.
Baca Juga: Salat Istisqa Digelar di Tengah Krisis Air Baku di Banjarmasin, ini Pesan Sekda
Baca Juga: Seorang Pria Menggantung di Teras Rumah Jalan Teluk Tiram Gang Bakti Banjarmasin
Di sekolah ini, para murid diwajibkan memakai masker saat kabut asap tebal menyelimuti lingkungan sekolah.
Bahkan, kegiatan sekolah di luar ruangan pada pagi hari, seperti senam bersama pun ditiadakan karena gangguan asap tebal.
"Kabut asap tebal kena juga di area sekolah sini sejak seminggu terakhir pascakebakaran lahan itu. Walau tidak terlalu parah sekali kabut asapnya, tapi kami wajibkan murid pakai masker di sekolah, terus masuk sekolah diundur menjadi jam 09.00 pagi," ungkap guru bidang Kurikulum MIN 4 Banjar, Dailami.