WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Menjelang pergantian hari pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 23.30 Wita, warga Jalan Teluk Tiram Darat Gang Bakti Kelurahan Teluk Tiram Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dikejutkan oleh penemuan seorang pria menggantung di teras sebuah rumah.

Kontan kabar tersebut menyebar di wilayah padat penduduk tersebut dan menarik orang untuk datang ke lokasi.

Kondisi teras kecil yang langsung bersisian dengan jalan gang terlihat gelap karena minim lampu. 

Baca juga: Pesan Bupati Tanah Bumbu di Peringatan Maulid Nabi, Momentum Perkuat Nilai Keteladanan Rasulullah SAW

Baca juga: Murakata Mendongeng HST Ajak 750 Anak Kenal Literasi Sejak Dini

Adapun pria yang ditemukan mengenakan pakaian kaus hitam berkerah dan bercelana jeans.

Posisinya berada di teras lantai bawah.

Oleh warga, tubuhnya kemudian diturunkan dalam dimasukkan ke rumah keluarganya.

Tubuhnya kemudian dibaringkan di lantai dengan kepala dialasi bantal.

Ketika itu belum ada polisi yang datang.

Belum diketahui identitas pria tersebut dan apa penyebabnya.

Namun mengakhiri hidup adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, terutama Islam.

Untuk itu masyarakat perlu melakukan pencegahan secara bersama-sama. 

Dikutip dari Alodokter, pencegahan perlu dipahami oleh setiap orang karena keinginan ini bisa muncul pada siapa saja, tidak terkecuali orang terdekat. 

Upaya pencegahan yang tepat dapat membantu mereka melewati masa sulit dan memberikan dorongan dan dukungan untuk menjalani hidup. 

Tindakan ini bisa terjadi pada semua kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. 

Alasannya sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biologis, psikologis, genetik, budaya, hingga lingkungan.

Namun, kebanyakan kasus dipicu masalah psikologis atau gangguan mental, seperti depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan kecemasan. 

Untuk mencegahnya, masyarakat perlu mengetahui tanda-tanda seseorang ingin melakukannya.

Di antaranya sering membicarakan kegelisahan yang dialaminya, sering membicarakan tentang kematian, merasa putus asa dan tidak memiliki gairah hidup.