WARTABANJAR.COM, BARABAI – Cerita dongeng menjadi cara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengajak anak-anak mengenal literasi dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan Murakata Mendongeng dalam rangka Hari Anak Nasional dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung di halaman Perpustakaan HST, Kabupaten HST, Kalimantan Selatan, Rabu (26/8/2026).

Sekitar 750 anak dari PAUD, TK hingga SD kelas rendah mengikuti kegiatan tersebut bersama guru pendamping dan orang tua.

Ketua TP PKK HST sekaligus Bunda Literasi, Deni Era Yuliyantie, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, termasuk hak mendapatkan pendidikan dan literasi.

“Melalui metode yang menyenangkan, yaitu mendongeng, diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk mencintai budaya membaca sejak dini sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat,” ujar Deni.

Menurutnya, literasi anak juga semakin penting di tengah kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi digital.

Baca Juga Mulai 1 September, Beli Biosolar di SPBU Balikpapan Berdasarkan Ganjil-Genap Nomor Pelat

Baca Juga Bangunan Warga Hingga Kandang Babi Pun Hangus, Api Merembet di Bawah Tanah Kotim

“Di era digital, informasi sangat mudah diperoleh, namun tidak semua informasi benar dan dapat dipercaya. Karena itu, masyarakat perlu memiliki literasi informasi, yaitu kemampuan mencari, memahami, memilih dan memanfaatkan informasi secara tepat,” katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HST, H. Zamhasari, mengatakan Murakata Mendongeng menjadi salah satu upaya membudayakan kegemaran membaca sejak usia dini.

“Murakata Mendongeng dilaksanakan sebagai media pembudayaan kegemaran membaca sejak usia dini melalui pendekatan mendongeng yang edukatif, menyenangkan dan interaktif,” ujar Zamhasari.

Kegiatan tersebut menghadirkan Enik Mintarsih atau Bunda Enik dari Komunitas Kampung Dongeng Intan Kalimantan Selatan yang bergabung dalam Kampung Dongeng Indonesia.

Bunda Enik membawakan cerita bertema “Anak Hebat, Anak Merdeka” yang mengajak anak-anak bangga menjadi anak Indonesia, mampu bekerja sama, pantang menyerah dan percaya pada kemampuan diri sendiri.