WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Salah satu korban kebakaran di Jalan Simpang Belitung, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Linda Wati (50) tengah diselimuti kesedihan. 

Pemilik usaha fotocopy dan percetakan ini tak kuasa menahan air mata ketika menceritakan tempat usaha miliknya ikut terdampak peristiwa kebakaran di Simpang Belitung, Selasa (06/10/2026) dini hari.

Lapak milik Linda berada dekat dengan titik kebakaran.

Api memang tak sampai menghanguskan bangunan tempat usaha milik Linda.

Namun dua mesin fotocopy dan beberapa barang lainnya ikut terdampak kejadian. 

Ia pun terpaksa harus menutup lapaknya. 

"Tidak kena api tapi dua mesin fotocopy sementara belum bisa dipakai, karena terkena air semprotan pemadam. Airnya tadi setinggi betis,"  katanya kepada Wartabanjar.com, Selasa siang.

Baca Juga Ada Potensi Hujan di Kalsel untuk Periode 7-13 Oktober 2026

Baca Juga Baru Keluar Rumah Sakit, Kepala SDI Sabilal Muhtadin Banjarmasin Jadi Korban Kebakaran di Simpang Belitung

Dua mesin fotocopy itu boleh dibilang merupakan jantung usaha milik Linda.

Dengan rusaknya kedua mesin itu, bisnis Linda pun terancam tak bisa berjalan sebagaimana seharusnya. 

Padahal, usaha fotocopy dan percetakan yang telah berjalan lima tahun lebih itu adalah satu-satunya sumber penghasilan uang bagi Linda dan keluarganya.

Kini, Linda pun bingung harus bagaimana.

Ia mengaku jika sampai dua unit mesin fotocopy itu rusak total, maka mau tak mau ia harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli mesin fotocopy baru. 

"Selama ini pemasukan dari sini (usaha foto copy dan percetakan) semua. Kalau rusak tidak bisa dipakai lagi. Jadi kada ada modal lagi untuk beli yang lainnya," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Diketahui pada Selasa (06/10/2026) dini hari, api berkobar membakar beberapa bangunan di Jalan Simpang Belitung, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.