WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar Festival Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Tahun 2026, guna melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan kesehatan dan sportivitas masyarakat, di Halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, Rabu (07/10/2026).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, itu diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut.

Penyelenggaraan acara tersebut berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022, tentang Penyelenggaraan Olahraga, Peraturan Daerah Nomor 40 Tahun 2020, serta DPA Dispora Tanah Laut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pembinaan olahraga rekreasi, untuk membentengi generasi muda dari dampak pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. 

Melalui ajang ini, pemerintah daerah berupaya mengenalkan kembali permainan tradisional, serta menargetkan pencapaian 70 persen masyarakat Tanah Laut yang aktif berolahraga pada tahun 2045.

Rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai pada 7 Oktober dan dilanjutkan pada 9 hingga 11 Oktober 2026.

Baca Juga: Jajaran Polres Tanah Laut Datangi Koramil Bawa Nasi Tumpeng, Semarakkan HUT TNI Ke-81

Baca Juga: Pemkab Tanah Laut Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla Selama Dua Bulan, Krisis Air Bersih Meluas


Pembukaan di halaman Stadion Pertasi Kencana mempertandingkan cabang egrang, bahadang, sumpit, tarik tambang, dagongan, bakiak, dan lari balok.

Sementara itu, pertandingan balogo digelar di lapangan basket indoor pada 9–10 Oktober 2026, disusul cabang silat budaya atau kuntau, pada 11 Oktober 2026.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama, dengan keikutsertaan puluhan tim dari berbagai tingkatan. 

Tercatat sebanyak 18 tim tarik tambang, 33 tim bakiak (19 putra, 14 putri), 35 tim egrang (20 putra, 15 putri), 16 tim dagongan, 40 tim balogo, 7 tim bahadang, 25 peserta lari balok, 6 peserta sumpit, serta 64 tim dan perorangan pada cabang silat budaya. 

Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp96 juta bagi para pemenang kategori perorangan dan beregu.

Penyelenggaraan festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi penguatan identitas budaya daerah, pemeliharaan kesehatan fisik masyarakat, serta pembinaan atlet tradisional daerah.