WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Krisis air bersih masih menghantui warga Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar. Sejumlah masyarakat bahkan mengaku sudah sekitar lima bulan kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat jajaran Polsek Beruntung Baru, Polres Banjarbaru bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, kembali turun tangan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Selasa (06/10/2026).

Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Apriyanto Lesmana, mengatakan bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang paling membutuhkan air untuk kebutuhan rumah tangga.

“Jadi kebetulan masyarakat sangat-sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan rumah tangga dan sebagainya. Ini diprioritaskan di Kecamatan Beruntung Baru,” ujarnya.

Distribusi air bersih diawali di Desa Halayung, kemudian dilanjutkan ke Desa Rumpiang dan Gambut Raya.

Deden menjelaskan, penyaluran tersebut merupakan hasil koordinasi Polsek Beruntung Baru dengan BPBD Kabupaten Banjar. 

Sebelumnya, pihak kepolisian mengajukan permohonan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Bantuan air ini kami kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Banjar. Kami mengajukan permohonan, kemudian beliau mau menyanggupi, akhirnya terjalinlah kerja sama ini untuk masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Satlinmas Banjar Digembleng Jadi Garda Terdepan Hadapi Situasi Darurat di Desa

Baca Juga: Lewat Pendekatan IAD, Pemkab Banjar Dorong Pengelolaan Kawasan Perhutanan Sosial

Menurut Deden, distribusi air bersih tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya BPBD, agar setiap desa mendapatkan pasokan air secara rutin.

“Ini rutin. Kami sudah koordinasi dengan Kabupaten Banjar, khususnya BPBD. Setiap desa itu nantinya ke depannya seminggu dua kali akan mendapat distribusi air bersih dari Kabupaten Banjar,” tegasnya.

Ia berharap persoalan keterbatasan air bersih di wilayah tersebut segera teratasi. Selain kontinuitas distribusi, Deden juga berharap sarana dan prasarana pendukung dapat ditambah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terlayani lebih luas.

“Ke depannya masalah air ini cepat teratasi. Kemudian sarana prasarana yang ada bertambah untuk mencukupi semua kebutuhan distribusi air,” harapnya.