WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kepanikan dialami banyak mahasiswa saat berada di kampus Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (7/10/2026) siang.

Sebagian dari mereka langsung berlarian untuk mengambil sepeda motornya di tempat parkir lalu pergi meninggalkan kampus.

Teriakan "ada api" pun berulang kali terdengar dari gedung-gedung perkuliahan di area kampus.

Betapa tidak, sekira pukul 11.00 WIB, kampus itu terkepung kobaran api disertai bubungan asap tebal karena Karhutla (kebakaran hutan dan lahan), baik dari belakang maupun samping.

Imbasnya, perkuliahan pun terpaksa dibatalkan. Banyak mahasiswa memilih pulang.

Sementara puluhan relawan pemadam kebakaran dibantu petugas kampus serta aparat TNI dan Polri bahu membahu untuk mencegah Karhutla makin meluas dan mendekati area kampus.

Baca Juga: Warga Beruntung Baru Banjar Dapat Bantuan Air Bersih Setelah Lima Bulan Krisis

Baca Juga: Daftar Terbaru 69 Korban Meninggal Kapal Virgo, 13 Jenazah Masih Identifikasi, 53 Hilang

Selasa (6/10/2026) malam, menurut warga sekitar, kondisi serupa juga terjadi.

Setelah sempat mereda, api kembali berkobar pada Rabu siang ini.

Kendala dihadapi relawan saat berusaha memadamkan api yakni ketersediaan sumber air yang kurang memadai untuk menghadapi karhutla dalam skala besar itu.

Apalagi sumber air seperti sungai kecil berada agak jauh dari lokasi Karhutla.

Terpantau di lokasi juga terdapat water cannon milik kepolisian. 

Hingga berita ini ditayangkan, upaya memadamkan Karhutla dengan cara menyemprotkan air masih berlangsung di berbagai lokasi sekeliling kampus.

Kepada pers, Rektor Uniska MAB, Prof Dr H Mohammad Zainul mengatakan telah meliburkan perkuliahan karena asap akibat Karhutla telah terlalu pekat.

Kondisi itu dinilai membahayakan sivitas kampus, terlebih bagi yang memiliki penyakit asma.

“Aktivitas kuliah terganggu, minimal hari ini. Ke depannya kita lihat kondisi,” katanya.

Zainul juga mengungkapkan keberadaan asap menjadi persoalan utama yang dirasakan sivitas kampus belakangan ini.

Meski titik api di luar area kampus, namun asap pekat membuat aktivitas terhambat. (wartabanjar.com)