Para pemenang dalam ajang ini diproyeksikan untuk mewakili Kabupaten Tanah Laut, pada kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, hingga tingkat nasional yang rencananya digelar di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2028.

"Maksud penyelenggaraan adalah yang pertama untuk meningkatkan kesehatan, perkembangan fisik, prestasi, kecerdasan, dan sportivitas. Yang kedua adalah mempererat persatuan dan kesatuan bangsa," kata Kepala Dispora Kabupaten Tanah Laut, Rudi Imtihansyah.

Rudi Imtihansyah menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian penting dari target jangka panjang pemerintah daerah, dalam membudayakan olahraga di tengah masyarakat Tanah Laut.

"Dan yang lebih penting adalah upaya kita untuk mewujudkan masyarakat Tanah Laut yang aktif, masyarakat Tanah Laut yang gemar berolahraga, dan mudah-mudahan di tahun 2045 perwujudan itu dapat kita sampai untuk mewujudkan masyarakat Tanah Laut berolahraga sebanyak 70% di tahun 2045," ujar Rudi Imtihansyah.

Dukungan pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga tradisional juga menjadi poin penting, yang disampaikannya dalam pembukaan festival tersebut.

"Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati yang juga beliau selaku pembina olahraga tradisional. Beliau sebagai Ketua PORTINA yang sudah banyak memberikan masukan, banyak memberikan bimbingan kepada kita, untuk pembinaan pengembangan olahraga tradisional di Kabupaten Tanah Laut," tambah Rudi Imtihansyah.

Penyelenggaraan acara tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah yang menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah era modernisasi.

“Olahraga tradisional adalah warisan budaya luhur yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, kejujuran, gotong royong dan sportivitas,” ujar Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli.

HM Zazuli juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga semangat persaudaraan selama jalannya pertandingan.

"Menang dan kalah hal biasa. Sportivitas dijaga dan rasa persaudaraan yang utama," pesan HM Zazuli. (Wartabanjar.com)