WARTABANJAR.COM, WONOSOBO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang mendapat sorotan tajam dari masyarakat usai ditangkapnya pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi leader pelaksanaan program tersebut.
Suasana berbeda terasa di sebuah rumah sederhana di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (14/7/2026).
Ada suara tangis bayi yang terdengar. Biasa saja seperti suara bayi lain.
Namun, ada satu hal yang membuatnya langsung dikenal jauh melampaui lokasi kampung halamannya.
Yakni, namanya: Muhammad MBG Subianto.
Nama itu tentu mengundang rasa penasaran.
Sebagian orang tersenyum, sebagian lainnya mengernyitkan dahi.
Bagi Yuharni (41), sang ibu, nama tersebut bukan sekadar rangkaian kata yang terdengar unik.
Di baliknya tersimpan rasa syukur, harapan, sekaligus perjalanan hidup yang berubah berkat sebuah pekerjaan.
Muhammad MBG Subianto lahir lebih cepat dari perkiraan.
Semula Yuharni diperkirakan melahirkan pada 22 Juli 2026.
Namun takdir berkata lain. Pada Jumat, 10 Juli 2026, bayi laki-laki itu lahir dengan selamat melalui persalinan normal di Puskesmas Sapuran.
Berat badannya 3,36 kilogram dengan panjang 50 sentimeter.
Baca Juga: Kisah Talita Nazwa Ikuti MPLS, Satu-satunya Murid Baru SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin
Baca Juga: Kisah Pilu Dewi Fitriani Disambar “Mobil Besar” Saat Menyapu Jalan, Tinggalkan Anak Peraih Beasiswa
Sehat, sempurna, dan menjadi anak ketiga pasangan Yuharni dan Ambon Yassin.







