Siswa MAN Ledakkan Bom Rakitan di Kelas Usai Belajar dari Internet, Ngaku Sering Di-bully Teman Sekolah
WARTABANJAR.COM, PADANG - Aksi meledakkan bom rakitan di ruang kelas sekolah dilakukan seorang siswa MAN 3 Kota Padang, Sumbar.
Diduga, aksi nekat yang dilakukan siswa kelas XII berinisial R (17) itu merupakan upayanya melakukan balas dendam terhadap teman-teman sekelas yang sering melakukan bullying atau perundungan terhadap dirinya.
Bom yang dirakitnya sendiri itu diletakkan di bawah meja dan diledakkan saat waktu istirahat, Selasa (14/7/2026).
"Siswa itu berharap ledakan bisa meruntuhkan dinding kelas untuk mencelakai teman-teman yang sering membully dirinya. Namun bangunan sekolah cukup kuat sehingga ledakan tidak menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan korban jiwa," ungkap Kabid Humas polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, Rabu (15/7/2026).
Kini R sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan polisi.
Dalam pemeriksaan itu, R mengaku merakit dan meledakkan bom karena dendam terhadap beberapa siswa lain yang selama ini melakukan perundungan terhadap dirinya di sekolah.
"Anak ini merasa sering menjadi objek bullying. Jadi dia mengambil jalan pintas dengan merakit bom berskala kecil atau low explosive. Cara merakitnya dipelajari secara mandiri melalui internet," ujar Susmelawati.
Baca Juga: Dua Hari Usai di Tanah Bumbu, Buaya Memangsa Bocah 8 Tahun di Kotabaru
Baca Juga: Komisi Eropa Berencana Membatasi Akses Anak-anak ke Media Sosial
Karena dinding kelas tidak runtuh dan kelas dalam kondisi kosong, tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat ledakan tersebut.
"Hanya terdengar dentuman disertai kepulan asap dari dalam ruang kelas," katanya.
Ledakan itu terjadi sekira pukul 11.30 WIB.
Pihak keamanan sekolah kemudian menemukan barang yang diduga merupakan bom rakitan dan melaporkan kejadian itu ke polisi.
Berdasar penelusuran polisi itulah kemudian R diamankan.
Sementara Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka mengatakan berdasar pemeriksaan awal petugas mengamankan sejumlah barang di lokasi ledakan.
Antara lain, kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, dan baut.
"Meledak sekali, tidak ada korban," ujarnya.