WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Senin pagi, 13 Juli 2026. Di halaman SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, langkah-langkah kecil mulai berdatangan.

Seragam merah putih yang masih tampak kaku karena baru, sepatu baru yang sesekali mengilap diterpa matahari, serta tangan-tangan mungil yang erat menggenggam orang tua menjadi pemandangan yang selalu hadir setiap awal tahun ajaran.

Namun, tahun ini ada cerita yang berbeda.

Di sekolah yang berada di Jalan Sutoyo S Banjarmasin itu, hanya satu nama yang tercatat sebagai murid baru kelas 1: Talita Nazwa.

Tak ada teman sekelas yang datang bersamaan.

Tak ada antrean panjang murid baru. Tak ada hiruk-pikuk puluhan anak yang berebut bangku kelas.

Hanya Talita.

Dengan tas berisi buku tulis, pensil, pulpen, lem, hingga camilan yang disiapkan sang ibu, bocah perempuan itu melangkah memasuki gerbang sekolah.

Wajahnya sesekali terlihat canggung, tetapi senyumnya tak pernah benar-benar hilang.

"Senang," jawabnya singkat ketika ditanya bagaimana perasaan di hari pertama sekolah.

Jawaban sederhana itu menyimpan keberanian yang mungkin tak dimiliki semua anak seusianya.

Sebab tanpa ia sadari, hari itu ia menjadi satu-satunya murid baru di sekolahnya.

Bagi sebagian orang, hanya memiliki satu siswa baru mungkin terdengar seperti ironi.

Baca Juga: Nor Aqila Jadi Satu-satunya Murid Baru di SDN 2 Lokbatu Tabalong, Pihak Sekolah Tetap Antusias Gelar Penyambutan

Baca Juga: Wali Kota Banjarmasin Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Jumlah itu menjadi gambaran tantangan yang kini dihadapi banyak sekolah dasar negeri di kawasan perkotaan.

Penurunan angka kelahiran, bertambahnya sekolah swasta, hingga perpindahan penduduk membuat sejumlah sekolah mengalami kekurangan peserta didik.

Fenomena serupa sebenarnya mulai muncul di berbagai daerah di Indonesia.

Ada sekolah yang hanya menerima beberapa siswa, bahkan ada yang tidak memperoleh murid baru sama sekali.

Pemerintah daerah pun mulai melakukan berbagai penataan, mulai dari penggabungan sekolah hingga pemerataan peserta didik.

Namun, di SDN Teluk Dalam 10, cerita itu tidak berhenti pada angka.