Cerita Yuharni ternyata tidak berhenti di situ.
Ia mengaku tidak menyadari hamil di awal-awal mengandung Muhammad MBG Subianto.
Baru ketika usia kandungan memasuki tujuh bulan, ia baru menyadari sedang hamil.
Meski begitu, ia tetap bekerja hingga menjelang persalinan.
Kini, setelah melahirkan, Yuharni menjalani cuti sebelum kembali bekerja di SPPG.
Di kampungnya, nama Muhammad MBG Subianto langsung lebih populer dibanding pemiliknya.
Setiap sore sepulang mengaji, anak-anak pun sering memanggil dari luar rumah.
“MBG mana… MBG mana…”
Yuharni hanya tersenyum mendengarnya.
Di tempat kerja pun nama itu menjadi bahan candaan yang menghangatkan suasana.
Rekan-rekannya bahkan bergurau mengapa bayinya tidak sekalian diberi nama “Ompreng”, merujuk pada bagian pekerjaan yang dijalani Yuharni.
Tak semua tanggapan bernada positif. Ada pula komentar miring yang diterimanya, terutama di media sosial.
Namun ia memilih tidak memperpanjang perdebatan.
“Yang baik saya balas, yang jelek tidak saya balas,” katanya.
Saat ini, akta kelahiran Muhammad MBG Subianto masih dalam proses.
Syukuran pemberian nama pun belum digelar karena bayi masih berusia empat hari.
Keluarga berencana mengadakan selamatan saat usianya genap tujuh hari.
Di balik nama yang viral itu, sesungguhnya tersimpan kisah sederhana tentang seorang ibu yang ingin mengabadikan rasa terima kasihnya.
Dan seperti doa setiap orang tua, Yuharni hanya memiliki satu harapan untuk putranya.







