WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN – Demas (44) untuk sementara tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai satpam di basecamp PT SINP/PBNA, perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

Karyawan anak perusahaan Astra Agro Lestari Group tersebut, harus menjalan perawatan medis karena menderita luka serius setelah diserang seekor buaya, Jumat (17/07/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ketika itu dia memanfaatkan waktu lowong untuk mencari ikan di Sungai Jampau.

"Ketika mencari ikan menggunakan serok jaring, korban berada di dalam air hingga setinggi leher. Tanpa ada tanda-tanda, seekor buaya muncul dari dalam sungai dan langsung menggigit kaki kanan korban," ujar warga Desa Sukarami, Iyus, Sabtu (18/07/2026).

Gigitan buaya yang begitu kuat membuat korban seketika panik.

Reptil ganas itu bahkan sempat menyeret tubuh Demas ke arah tengah sungai.

"Dalam kondisi kritis, korban berusaha melawan sekuat tenaga. Serok jaring di tangan digunakan untuk memukul dan mengusir buaya yang terus menggigit kakinya," ujar Iyus lagi.

Perlawanan akhirnya membuahkan hasil.

Baca Juga: Pengendara Antre Pertalite Berjam-jam di Pangkalan Bun Kalteng, Pertamina Bilang Jangan Panik

Baca Juga: Bantu Selundupkan Senpi untuk Pembunuh Sopir Ekspedisi Asal Banjarmasin, Personel Polda Kalteng Diperiksa

Gigitan buaya terlepas dan korban memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelamatkan diri dengan naik ke daratan.

"Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Demas kemudian dievakuasi menuju poliklinik Perusahaan," katanya.

Demas menderita luka robek di kaki kanan korban hingga harus mendapat sekitar 40 jahitan.

Sehari setelah kejadian, Polsek Arut Utara memasang spanduk peringatan di lokasi.

Spanduk bertuliskan, "Berhati-hati saat menjala ikan di sungai. Ingat! Buaya bisa muncul kapan saja. Utamakan keselamatan keluarga Anda. Bahaya buaya mengintai!"

Kapolsek Arut Utara, Iptu Johnatan Rey Jumame, pun mengimbau warga sementara tidak beraktivitas di Sungai Jampau, baik mencari ikan, mandi, maupun kegiatan lainnya, karena sungai tersebut merupakan habitat buaya dan masih berpotensi membahayakan keselamatan. (wartabanjar.com/tamam)