WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN – Kelangkaan pertalite terus terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

Setiap kali pasokan datang, warga berebut antre.

Ini seperti yang terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Pangkalan Bun, Sabtu (18/7/2026) pagi. Antrean 1-2 jam.

Saat stok habis pengantre langsung bubar dengan perasaan kecewa dan kadang disertai sumpah serapah.

Selanjutnya antrean di jalur bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu pun sepi.

Pengendara yang membutuhkan BBM terpaksa membeli produk nonsubsidi seperti pertamax.

Mengenai persoalan ini, Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah, Doni Prasetyo, menyatakan stok BBM subsidi aman dan tidak dilakukan pengurangan. Masyarakat pun diminta tidak panik.

Baca Juga Wajib Beralih ke Pertamax, Bupati Tabalong Minta ASN Tak Lagi Gunakan Pertalite

BACA JUGA: Truk Terbalik Tabrak Lampu Merah Simpang 4 Belitung Banjarmasin

Keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapat BBM bersubsidi pada Kamis (16/7/2026) oleh Wakil Bupati Kobar Suyanto dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Dalam pertemuan di ruang kerja Wabup, Doni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat antrean di sejumlah SPBU.

Dia menyatakan pihaknya akan memperketat pelaksanaan standar operasional di SPBU untuk memastikan kesesuaian barcode dengan nomor polisi kendaraan saat pengisian BBM subsidi.

Pertamina akan memberikan sanksi kepada SPBU apabila ditemukan pelanggaran oleh operator maupun pengelola . (wartabanjar.com/tamam)

Editor Restu