Cerita Warga Banjarbaru Tukar Sampah Botol Bekas hingga Minyak Jelantah Jadi Sembako
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Kardus bekas, botol plastik, kertas hingga minyak jelantah yang biasanya berakhir di tempat sampah, kini justru membantu memenuhi kebutuhan dapur bagi masyarakat.
Melalui program tukar sampah dengan sembako yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) Banjarbaru, Kamis (30/7/2026), limbah rumah tangga tersebut kini memiliki nilai ekonomi.
Warga Banjarbaru, Irma, turut merasakan dampak positifnya itu.
Ia mengaku sudah tiga kali mengikuti program tukar sampah dengan sembako tersebut.
Bukan hanya mengumpulkan sampah, Irma kini juga terbiasa memilahnya terlebih dahulu sesuai jenisnya.
Mulai dari kertas HVS, botol plastik, kardus hingga minyak jelantah dipisahkan agar lebih mudah ditukar.
”Saya tahu kegiatan ini dari Instagram. Sudah tahu harga-harganya, jadi dipilah-pilah dulu,” ucapnya saat diwawancara.
Menurut Irma, program tersebut tidak hanya membuat sampah di rumah lebih bermanfaat, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA: Tukar Sampah Jadi Sembako, Pemko Banjarmasin Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah
BACA JUGA: Sampah Kabupaten Tanah Laut Capai 146 Ton Per Hari
”Semoga ada terus. Mudah-mudahan setiap tahunnya ada kegiatan seperti ini,” harapnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Cindra.
Warga Kelurahan Palam, Banjarbaru, itu membawa berbagai jenis sampah seperti besi hingga kardus, untuk ditukarkan dalam kegiatan tersebut.
Hasil penukaran sampah yang dibawanya mencapai nilai sekitar Rp98 ribu.
”Tadi saya belikan minyak goreng, gula hingga kopi. Alhamdulillah, mudah-mudahan ada lagi,” pungkasnya. (wartabanjar.com)