WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Tarif terintegrasi bus Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin Rp5.000 per 90 menit rencananya diluncurkan pada 8-10 Oktober 2026.

Sebelum diluncurkan, sistem pembayaran satu tarif tersebut akan menjalani uji coba untuk memastikan mekanisme transaksi berjalan saat diterapkan.

“Uji coba mungkin sebelum tanggal 8 Oktober. Insya Allah tanggal 8 sampai 10 Oktober launching,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan M Fitri Hernadi saat dikonfirmasi Wartabanjar.com, Selasa (29/9/2026).

Baca juga: Bus Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin Bakal Satu Tarif, Rp5.000 Selama 90 Menit

Baca juga: Akhirnya Bangkai Kapal Virgo Segera Diangkat, Peralatan Salvage Dikirim dari Singapura

Fitri menerangkan uji coba dilakukan untuk melihat apakah mekanisme yang disiapkan berjalan sesuai sistem yang dirancang.

”Jika dalam pelaksanaan uji coba maupun saat peluncuran ditemukan kendala, perbaikan akan dilakukan dengan segera,” ucapnya. 

Sistem pembayaran tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan tarif terintegrasi karena transaksi penumpang harus dapat dikenali ketika berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya.

Fitri menjelaskan, mekanisme tersebut bekerja pada sistem pembayaran yang digunakan dalam layanan Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin.

“Bank Kalsel yang menerima tap, bekerja sama dengan PT Aino Indonesia sebagai penyedia solusi pembayaran. Mereka yang meng-handle Tap on Bus-nya di Trans Banjarbakula,” paparnya.

Fitri berharap penerapan tarif terintegrasi tersebut dapat membuat biaya transportasi masyarakat lebih ringan sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat Kalsel.

“Mobilitas lebih mudah dan terjangkau, serta semakin banyak aktivitas masyarakat yang bisa terlayani dengan angkutan umum,” pungkasnya. (wartabanjar.com)